Selasa, 16 Juni 2026

PT Vale Aktif Berkontribusi Tekan Angka Stunting di Morowali

PT Vale Aktif Berkontribusi Tekan Angka Stunting di Morowali
PT Vale menyerahkan bantuan sarana kesehatan kepada Dinas Kesehatan Morowali, untuk selanjutnya didistribusikan ke 13 desa pemberdayaan dan dua puskesmas, yakni Puskesmas Bahomotefe dan Puskesmas Bahodopi. Foto: PR PT Vale

Morowali, Teraskabar.id – Angka stunting di Kabupaten Morowaliper Juni 2024 berdasarkan data Dinas Kesehatan setempat mencapai 4,6 persen atau 641 kasus dari 13.987 balita yang diukur, meskipun telah menurun dari 6 persen pada awal tahun.

Angka stunting yang relatif masih tinggi tersebut, salah satu penyebabnya adalah rendahnya kunjungan ke Posyandu dan keterbatasan sarana pemeriksaan ibu dan anak. Di beberapa desa, pemeriksaan ibu hamil dan pemantauan tumbuh kembang anak sering terkendala oleh keterbatasan alat.

PT Vale IGP Morowali mengetahui salah satu pemicu kenaikan stunting tersebut, menyerahkan bantuan sarana kesehatan berupa timbangan bayi dan dewasa serta fetal doppler. Bantuan tersebut didistribusikan kepada 13 desa pemberdayaan dan dua puskesmas, yakni Puskesmas Bahomotefe dan Puskesmas Bahodopi.

Penyerahan bantuan ini di tengah upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di daerah, di mana ketersediaan sarana medis yang memadai menjadi kebutuhan mendesak.

Sehingga, bantuan sarana medis tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak, sekaligus mendukung pemeriksaan yang lebih cepat dan akurat.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Morowali, Jumiati, menyampaikan apresiasi atas kontribusi PT Vale. “Hari ini kami mendapat bantuan dari dua perusahaan di Kabupaten Morowali, salah satunya PT Vale sebagai mitra kami dalam memberikan sarana dan prasarana untuk pemenuhan pelayanan kesehatan. Kolaborasi lintas sektor seperti ini sangat penting untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Head of Bahodopi Project, Wafir, menegaskan bahwa bagi perusahaan, investasi pada kesehatan masyarakat memiliki nilai yang sama pentingnya dengan investasi di sektor operasional. “Kesehatan adalah fondasi pembangunan. Dengan alat ini, tenaga kesehatan dapat melakukan pemeriksaan lebih cepat dan akurat,” ungkapnya.

  Karyawan Salon di Morowali Ditemukan Tewas di Pinggir Jalan di Desa Bahururu

Wafir juga menekankan pentingnya sinergi antara berbagai pihak dalam mendukung keberhasilan program kesehatan daerah. “Kami ingin tumbuh bersama masyarakat Morowali. Dukungan terhadap program kesehatan masyarakat menjadi bagian dari upaya kami,” ujarnya.

Morowali Masuk Lima Terbaik Nasional Penurunan Stunting

Kolaborasi dari berbagai pihak, termasuk pihak swasta dalam menekan angka stunting di Kabupaten Morowali membuahkan hasil. Kabupaten yang dipimpin Iksan Baharudin Abdul Rauf ini diganjar penghargaan oleh pemerintah pusat sebagai salah satu daerah dengan capaian penurunan stunting terbaik nasional.  

Pengakuan nasional ini menguatkan posisi Morowali sebagai daerah yang mampu menunjukkan efektivitas tata kelola pembangunan kesehatan.

Prestasi Morowali masuk lima terbaik Nasional bukan sekadar simbol penghargaan administratif, tetapi menunjukkan keberhasilan kerja sama lintas sektor yang terus dikawal oleh pemerintah daerah.

Bupati Iksan menegaskan bahwa capaian Morowali masuk lima terbaik Nasional merupakan hasil konsolidasi dari berbagai kebijakan intervensi, mulai dari penguatan posyandu, peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak, hingga penataan manajemen data gizi.

Bupati Iksan menekankan bahwa keberhasilan ini tidak hanya berasal dari mekanisme teknokratis semata, tetapi juga dari kualitas kolaborasi yang melibatkan tenaga kesehatan, kader posyandu, pemerintah desa, serta seluruh aktor pembangunan di tingkat lokal, termasuk kolaborasi dari pihak swasta di Morowali.

“Alhamdulillah, kita bisa menjadi salah satu dari lima kabupaten se-Indonesia dengan penurunan stunting terbaik. Ini adalah hasil kerja sama tim mulai dari bawah,” tegas Bupati dalam kunjungannya di Menui, Jumat (14/11/2025). (red/teraskabar)