Sabtu, 24 Januari 2026

Rapat Kerja FMKI Morowali: Bekerja untuk Rakyat

rapat kerja fmki morowali bekerja untuk rakyat
Rapat Kerja FMKI Morowali, Jumat (19/12/2025), di Aroby Coffe Ambunu, Kecamatan Bungku Barat. Foto: Ghaff

Morowali, Teraskabar.id – Forum Masyarakat Kawasan Investasi (FMKI) Kabupaten Morowali terus memperkuat konsolidasi internal organisasi. Melalui Rapat Kerja FMKI Morowali, forum ini menegaskan arah gerakan yang berpihak pada kepentingan rakyat. Kegiatan tersebut berlangsung pada Jumat (19/12/2025), bertempat di Aroby Coffee, Desa Ambunu, Kecamatan Bungku Barat.

Sejak awal pelaksanaan, rapat ini menghadirkan suasana diskusi yang terbuka dan partisipatif. Seluruh pengurus inti, para Ketua departemen, serta anggota aktif hadir dan terlibat secara langsung. Dengan demikian, rapat ini tidak hanya menjalankan agenda organisasi, tetapi juga membangun ruang tukar gagasan yang produktif.

Ketua Umum FMKI Morowali, Albar Djena, memimpin langsung jalannya rapat. Ia menyampaikan arahan strategis yang menegaskan watak kerakyatan FMKI. Menurutnya, organisasi harus bergerak aktif dan konsisten. Oleh karena itu, ia mendorong seluruh pengurus untuk bekerja nyata di tengah masyarakat.

Albar Djena menekankan bahwa FMKI harus menjaga independensi gerakan. Selain itu, ia mengingatkan pentingnya integritas dan keberpihakan sosial. Dengan sikap tersebut, FMKI dapat menjalankan peran sebagai mitra kritis yang konstruktif di kawasan investasi.

Rapat Kerja FMKI Morowali: Konsolidasi Organisasi Pasca Deklarasi

Forum ini memanfaatkan momentum rapat kerja sebagai langkah konsolidasi pasca deklarasi. Seluruh pengurus menyatukan visi, misi, serta orientasi kerja organisasi. Karena itu, forum ini membahas secara rinci arah kebijakan internal dan pola kerja kolektif.

Setiap departemen menyampaikan pandangan strategis sesuai bidang tugas masing-masing. Selanjutnya, forum membahas metode pelaksanaan program secara bertahap dan terukur. Dengan pendekatan ini, FMKI memastikan setiap rencana kerja dapat dijalankan secara realistis.

Albar Djena mengarahkan seluruh pengurus untuk menghindari kerja seremonial. Ia mendorong budaya kerja yang disiplin dan bertanggung jawab. Selain itu, ia menegaskan bahwa FMKI harus hadir sebagai solusi sosial, bukan sekadar simbol organisasi.

  MK Tolak Permohonan Yasin-Syafiah, Vera-Taufik Burhan Jadi Bupati Donggala Terpilih

Melalui Rapat Kerja FMKI Morowali, forum ini memperkuat komitmen kolektif untuk membangun gerakan yang solid. Dengan kerja bersama, FMKI menargetkan dampak langsung bagi masyarakat lingkar kawasan investasi.

Penetapan Usulan Program Departemen Hukum dan Advokasi

Ramadhan Ponga, Ketua departemen Hukum, Advokasi, HAM, dan Perundang-Undangan memaparkan sejumlah usulan program strategis. Departemen ini memfokuskan kerja pada penguatan kesadaran hukum masyarakat. Oleh sebab itu, departemen ini mengusulkan penyelenggaraan seminar gerakan anti narkoba.

Program tersebut bertujuan mencegah penyalahgunaan narkoba di wilayah kawasan investasi. Selain itu, departemen ini juga mengagendakan seminar hukum bagi masyarakat umum. Melalui kegiatan ini, FMKI mendorong peningkatan literasi hukum warga secara menyeluruh.

Tidak hanya itu, departemen ini juga merancang program advokasi persoalan masyarakat lingkar kawasan investasi. Program ini menargetkan penyelesaian masalah sosial secara dialogis dan berkeadilan. Dengan langkah tersebut, FMKI memperkuat peran sebagai pendamping masyarakat.

Program Pemberdayaan dan Pembangunan Masyarakat

Departemen Pemberdayaan dan Pembangunan Masyarakat menyusun program berbasis kebutuhan riil warga. Albar yang menjadi ketua departemen ini menekankan pentingnya penguatan ekonomi rakyat. Oleh karena itu, Albar mengusulkan pendampingan UMKM melalui dukungan permodalan berbasis Kelompok Usaha Bersama.

Program ini bertujuan meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat. Selain itu, Albar juga merancang Training School sebagai ruang peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Melalui pelatihan ini, FMKI mendorong peningkatan keterampilan dan daya saing warga.

Di sisi lain, departemen ini juga menginisiasi program bedah rumah bagi rumah tidak layak huni. Program tersebut menyasar warga kurang mampu di sekitar kawasan investasi. Dengan demikian, FMKI berkontribusi langsung pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Strategi Humas, Kemitraan, dan Pelayanan Publik

Departemen Humas, Kemitraan, dan Informasi Publik melalui ketua departemennya, Dahlan, memaparkan program dengan cakupan luas dan kolaboratif. Departemen ini akan melanjutkan program sunatan massal sebagai bentuk pelayanan sosial. Selain itu, Dahlan juga menyusun sistem pengelolaan informasi publik yang transparan dan akuntabel.

  Bupati Morowali Akan Lakukan Rotasi Jabatan, Ini Harapan Asnan Asad

Departemen ini juga merancang pembentukan call center pengaduan dan pelayanan masyarakat. Program ini bertujuan mempermudah akses komunikasi warga dengan FMKI. Dengan sistem tersebut, FMKI dapat merespons aspirasi masyarakat secara cepat.

Selanjutnya, Dahlan mendorong kemitraan strategis dengan berbagai pihak. Departemen ini mengusulkan sinkronisasi program FMKI dengan pelaku usaha dan pemerintah. Selain itu, departemen ini membangun hubungan kemitraan jangka panjang yang saling menguntungkan.

Departemen ini juga mendorong pelaksanaan program CSR yang berpihak pada masyarakat. Bahkan, departemen ini menginisiasi kolaborasi lintas unsur, dialog publik antara FMKI, masyarakat, pelaku usaha, dan pemerintah daerah. Program FMKI Menyapa Rakyat serta edukasi publik tentang investasi ramah lingkungan turut menjadi agenda prioritas.

Kepedulian Lingkungan dan Investasi Berkelanjutan

Jasmin, Ketua departemen Hubungan Lingkungan dan Investasi memusatkan perhatian pada isu keberlanjutan. Departemen ini mengusulkan pengelolaan sampah terpadu di wilayah kawasan industri. Program ini bertujuan menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

Selain itu, Jasmin menyusun program mitigasi bencana. Program tersebut meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi risiko lingkungan. Selanjutnya, ia mendorong pengelolaan limbah B3 di kawasan industri secara bertanggung jawab.

Rapat Kerja FMKI Morowali: Komitmen Bersama untuk Kerja Nyata

Melalui Rapat Kerja FMKI Morowali, seluruh pengurus menyepakati arah kerja organisasi secara kolektif. Forum ini menegaskan komitmen untuk bekerja aktif di lapangan. Selain itu, forum menolak pola kerja elitis yang menjauh dari rakyat.

FMKI memilih pendekatan dialog, pendampingan, dan kolaborasi. Dengan strategi tersebut, organisasi ini menargetkan kehadiran yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Setiap program dirancang untuk menjawab kebutuhan riil warga.

Dengan terselenggaranya Rapat Kerja FMKI Morowali, FMKI menegaskan posisi sebagai mitra kritis yang konstruktif. Akhirnya, FMKI menyatakan kesiapan untuk terus bekerja, mengawal pembangunan, dan berpihak sepenuhnya pada rakyat. (Ghaff/Teraskabar).

  Potensi Perikanan Sulteng Bisa Mengakselerasi Pertumbuhan Ekonomi Daerah

[ Dilarang mengcopy paste sebagian atau keseluruhan isi berita ini untuk tujuan apapun, tanpa izin tertulis dari penulis ]