Selasa, 20 Januari 2026

Reservasi Jalan Nasional Tagolu-Tentena Rp101 Miliar Lambat, PPK Bungkam

Reservasi Jalan Nasional Tagolu -Tentena Rp101 Miliar Lambat, PPK Bungkam
Reservasi jalan nasional segmen Tagolu - Tentena di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, yang dikerjakan oleh PT. Tureloto Battu Indah melenceng dari jadwal kontrak penyelesaian. Foto diambil pada Selasa (6/1/2026). Foto: Deddy

Poso, Teraskabar. Id – Reservasi jalan nasional segmen Tagolu-Tentena di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng), yang dikerjakan oleh PT. Tureloto Battu Indah melenceng dari jadwal kontrak penyelesaian.

Proyek yang pendanaannya bersumber dari alokasi anggaran Kementerian PUPR melalui Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tengah sebesar Rp101 Miliar tersebut, sesuai pantauan di lapangan pada Selasa (6/1/2026), belum tuntas pengerjaannya sesuai  kesepakatan dalam kontrak kerja yang ditandatangani oleh ke dua belah pihak pada 15/10/2025, yang dilanjutkan dengan SPMK pada tanggal 20/10/2025.

Keterlambatan tersebut diakui oleh Direktur PT. Tureloto Battu Indah, Rofiq Amanda Setiawan melalui sambungan WhatsAppnya.

” Iya kendala ada di peralatan yang mengalami trouble serta ketersediaan material. Tapi insyaallah kita sudah mulai kerja lancar lagi,” tulisnya.

Pelaksana Reservasi Jalan Nasional Tagolu-Tentena Terkesan Memilih

Dari hasil investigasi lapangan, menurut keterangan dari beberapa warga di Desa Sulewana, Kecamatan Pamona Utara, mengatakan jika pihak penyedia jasa atau pelaksana proyek terkesan memilih jenis pekerjaan ringan yang bobotnya sangat kecil untuk pengerjaan lebih dulu seperti patcing. Sedangkan pekerjaan berat seperti pelebaran jalan hotmix yang seharusnya sudah di atas 10 persen sebab memasuki hari ke-80 pelaksanaan proyek, namun progresnya masih sangat rendah persentasenya.

“Kami inginkan agar anggaran seperti ini dapat dirasakan jelas oleh kami sebagai warga pengguna jalan itu nantinya. Kami dari proyek APBN Kementerian ini sudah dua kali mengalami kerugian, pertama ruas Tampemadoro yang sangat sangat terlambat selesainya dan longsornya jalan Nasional di Desa Watuawu di Kecamatan Lage, yang sampai saat ini belum tuntas persoalan hukumnya di Kejari Poso dan lagi anggaran yang sedang dikerjakan ini. Kami terus terang sangat pessimis dengan pelaksana proyek ini. Sebab kelihatan jelas kesiapan peralatan pendukung pekerjaan yang semuanya harus disewa termasuk AMP. Material saja di lokasi proyek belum terlihat kesiapannya, ” urai warga itu yang meminta namanya tidak dipublikasikan.

  Gubernur Sulteng Langsung Meninjau Sejumlah Proyek di Banggai dan Touna Usai Cuti Kampanye

Sementara itu pihak PPTK ruas Togolu-Tentena, pak Sajaad di Satker BPJN IV Sulteng yang dihububgi media ini yang intinya mempertanyakan informasi yang ada jika pihak Satker telah memberikan surat peringatan pertama kepada pihak pelaksana. Sebab progresnya tidak sesuai dengan jadwal pelaksanaannya. Namun, hingga saat naskah berita ini masuk dapur redaksi, pihak Satker BPJN IV Sulteng tidak meresponnya. (deddy/teraskabar)