Sabtu, 17 Januari 2026

Reses di Desa Sainoa Morowali, Ahmad Hakim: Perjuangkan Kembali Festival Budaya Bajo

reses di desa sainoa morowali ahmad hakim perjuangkan kembali festival budaya bajo
Bendahara DPD PDIP Sulteng yang juga Legislator DPRD Morowali, H. Ahmad Hakim, SH., saat Reses di Desa Sainoa, menyampaikan akan memperjuangkan agar Festival Budaya Suku Bajo dilaksanakan kembali. Foto: IAS

Morowali, Teraskabar.id – Kegiatan Reses di Desa Sainoa Kecamatan Bungku Selatan, Kabupaten Morowali, berlangsung pada Selasa malam (23/12/2025). Anggota DPRD Morowali, H. Ahmad Hakim, S.H., hadir langsung dan menyerap aspirasi masyarakat secara terbuka, dialogis, dan partisipatif.

Warga memenuhi lokasi kegiatan dan menunjukkan antusiasme tinggi sejak awal hingga akhir acara.

Sambutan Pemerintah Desa

Sekretaris Desa Sainoa membuka kegiatan dengan menyampaikan ucapan selamat datang kepada H. Ahmad Hakim, S.H. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk aktif menyampaikan persoalan desa.

Selain itu, ia menekankan pentingnya dialog agar aspirasi yang muncul benar-benar mencerminkan kebutuhan riil warga.

Selanjutnya, H. Ahmad Hakim menyampaikan sambutan sekaligus pengantar reses. Ia menjelaskan bahwa dua tahun lalu ia pernah berkunjung ke Desa Sainoa, dan kini kembali dengan mandat sebagai anggota DPRD Morowali.

Ia menegaskan bahwa Reses di Desa Sainoa menjadi ruang resmi untuk menjaring aspirasi masyarakat secara langsung. Ia juga menyoroti fungsi pengawasan DPRD.

Menurutnya, setiap proyek pembangunan harus berjalan sesuai anggaran dan spesifikasi. Ia menyatakan akan menindak tegas setiap pelaksanaan proyek yang tidak sesuai aturan. Pernyataan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat.

Reses di Desa Sainoa, Aspirasi Warga Mengalir Deras

Pada sesi tanya jawab, warga menyampaikan beragam aspirasi penting. H. Sudirman mengusulkan pembangunan pagar dan penyediaan fasilitas bermain untuk rumah sekolah TK. Ia menilai kebutuhan tersebut mendesak demi kenyamanan dan keselamatan anak-anak.

Sementara itu, Ahmad menyampaikan persoalan air bersih yang belum tersedia di Desa Sainoa. Ia menegaskan bahwa air bersih menjadi kebutuhan paling mendesak karena desa belum memiliki titik air layak.

Selain itu, ia meminta perbaikan jaringan internet agar masyarakat dapat mengakses layanan digital secara merata. Ia juga mendorong pemerintah daerah untuk memperhatikan ekonomi maritim agar hasil laut dapat dikelola di Morowali.

  Tragedi Kebakaran di IMIP, FK-PPMKB: Kegagalan SMK3

Lebih lanjut, ia meminta pemerintah menghidupkan kembali Festival Budaya Suku Bajo, khususnya tradisi Masa Kayang.
Ansa turut menyampaikan keluhan terkait belum terealisasinya hasil reses sebelumnya. Ia meminta bantuan pembangunan jalan menuju Tempat Pemakaman Umum yang hingga kini belum memadai.

Komitmen Ahmad Hakim Menindaklanjuti Aspirasi

Menanggapi seluruh masukan, H. Ahmad Hakim menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti aspirasi warga. Ia memastikan akan menyampaikan persoalan air bersih kepada dinas terkait untuk melakukan pengecekan titik air.

Bendahara DPD PDIP Sulteng ini menegaskan bahwa wilayah pesisir harus memprioritaskan air bersih dan listrik. Selain itu, ia menyatakan akan memanggil dinas terkait untuk mempertanyakan belum optimalnya layanan listrik di Desa Sainoa.

Terkait jaringan internet, ia menjelaskan bahwa kewenangan berada di pemerintah pusat. Meski demikian, ia berjanji akan menyampaikan aspirasi tersebut melalui pemerintah daerah karena ia memiliki agenda ke pusat.

Secara khusus, Ahmad Hakim menegaskan komitmennya terhadap pelestarian budaya. Ia menyebut Suku Bajo sebagai salah satu suku besar dunia dengan tradisi yang kuat. Oleh karena itu, ia berjanji akan memperjuangkan kembali Festival Budaya Bajo, termasuk Pasa Kayang.

Melalui Reses di Desa Sainoa, masyarakat berharap seluruh aspirasi tersebut dapat masuk dalam agenda pembangunan daerah. Hingga akhir kegiatan, warga tetap mengikuti acara dengan penuh perhatian. Reses di Desa Sainoa pun menjadi bukti kuat hubungan langsung antara wakil rakyat dan masyarakat. (Ghaff/Teraskabar).