Palu, Teraskabar.id– Siswa korban dugaan Makan Bergizi Gratis (MBG) terus bertambah di Kabupaten Banggai Kepulauan. Sebagaimana informasi yang diterima Ormas Gerakan Rakyat Sulawesi Tengah semalam, Rabu (17/9/2025), sebanyak 157 orang siswa memenuhi Rumah Sakit Umum (RSU) Trikora Salakan.
Pagi tadi, Kamis (18/9/2025), terkonfirmasi tambahan 10 orang siswa korban keracunan MBG di sekolahnya, Salakan, ibukota Kabupaten Banggai Kepulauan.
“Tadi pagi jam 8, ada 10 orang lebih anak SMA Negri 1 Tinangkung dirujuk ke RS Tinangkung menggunakan mobil open. Daya tampung RSU Trikora sudah full. Beberapa Puskesmas juga diisi korban,” sebut sumber Gerakan Rakyat langsung dari lokasi kejadian di Salakan.
Ketua DPRD dan sejumlah aparat serta pemangku kepentingan tampak sibuk di lapangan sejak pagi tadi hingga saat berita ini dikirim ke redaksi.
Menyikapi peristiwa ini, Gerakan Rakyat Sulteng melalui ketua mandatir Yahdi Basma, SH., menyarankan
1. Bupati Bangkep harus segerakan langkah tahapan menuju Penetapan Status Siaga atau Tanggap Darurat Bencana, berdasar prosedur dalam UU dan Peraturan BNPB;
2. Agar seluruh potensi Pemkab Bangkep dan resources stakeholder (Polres, Nakes, dll) dapat bergerak terukur dan sistematis dalam aktivasi satu komando dan operasi.
3. Sulit menggerakkan pemulihan jika penetapan siaga/tanggap darurat bencana tidak ditetapkan sebagai basis penanganan musibah korban keracunan MBG di Bangkep. (red/teraskabar)






