Palu, Teraskabar.id– Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh- Sumut Tahun 2024, sudah di depan mata. Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) sukses dan berhasil meloloskan 30 cabang olahraga (Cabor) serta 205 atlit. Sungguh sebuah capaian prestasi yang luar biasa sepanjang sejarah KONI Sulteng mengikuti ajang multy iven terakbar di negeri ini.
Ironisnya, ditengah upaya KONI Sulteng selaku leading sector pada gelaran PON XXI Aceh-Sumut, tidak dilibatkan dalam proses verifikasi rasionalisasi anggaran 30 cabor yang lolos PON, oleh Tim Satgas pada Kamis 25 April 2024 di Kantor Dispora Sulteng. Verifikasi ini untuk pembelian peralatan baik keperluan Puslatda maupun mengikuti PON Aceh-Sumut September mendatang.
Baca juga: Wagub Sidak Dispora Sulteng Hari Pertama Masuk Kerja Usai Libur Lebaran 2024
Menurut Direktur Eksekutif KONI Sulteng Muhammad Warsita, SPd. MPdi, sesunguhnya KONI Sulteng sendiri telah mengikuti berbagai tahapan dan mekanisme dalam memuluskan langkah kontingen Sulteng mengikuti ajang multy iven empat tahunan ini.
Pertama KONI Sulteng telah mengikuti Chef de Mission (CdM) Meeting I PON XXI Aceh-Sumut, di Provinsi Aceh dan Medan medio Desember 2023. Dari hasil CdM, kata Warsita, KONI kemudian membentuk Tim IT yang tugasnya mendaftarkan long list peserta menggunakan sistem entry by name, by number baik itu terhadap atlet maupun pelatih 30 cabor.
Tidak hanya itu, KONI Sulteng juga telah beberapa kali menyelenggarakan rapat dan pertemuan dengan cabor- cabor yang lolos PON baik membahas skema Puslatda maupun usulan anggaran untuk diajukan ke pemerintah daerah.
Baca juga: Wagub Ma’mun Amir: Atlet Wakil Sulteng ke PON XXI Wajib Berprestasi
Menanggapi diskursus tersebut Sekretaris Umum KONI Sulteng yang juga tenaga ahli Gubernur, Husin Alwi, ST, AIFO., menegaskan Pekan Olahraga Nasional Tahun 2024 merupakan gawean KONI atau KONI to KONI bukan KONI to Dispora.
“ Mestinya KONI dilibatkan karena KONI mengetahui betul kebutuhan cabor mana yang bisa potensi medali serta hal-hal teknis menyangkut olahraga,” ujar Husin Alwi kepada media ini, Jumat (26/4/2024).
PON adalah ajang multi event olahraga yang berhimpun pada KONI. Olehnya, Husin Alwi sangat menyayangkan tanpa keterlibatan KONI dalam tim verifikasi rasionalisasi anggaran cabor.
“Tujuan kita sama membantu Gubernur dalam mewujudkan Program Sulteng Emas 2024, namun jangan sampai keliru apalagi salah dalam melangkah,” tegasnya.
Baca juga: Dispora Sulteng Ubah Mekanisme Dana Hibah KONI, Cabor FASI Bereaksi
Husin mengatakan baik Satgas, Dispora serta semua pihak yang ditugaskan untuk memahami peran dan fungsi masing-masing jangan ada yang operlap.
” Kembalikan fungsinya sesuai on the track, PON adalah gaweannya KONI dan kita mengapresiasi semua pihak yang membantu tapi jangan melampaui peran dan funsginya masing-masing,” pungkasnya
Husin juga menyarankan sebaiknya antara Dispora, Satgas dan KONI Sulteng duduk bersama guna menyamakan presepsi dan pemahaman terkait keikutsertaan kontingen Sulteng di PON Aceh-Sumut, agar tidak terjadi tumpang tindih peran dan kewenangan, sehingga apa yang menjadi harapan dan mimpi besar masyarakat Negeri Seribu Megalit Provinsi Sulteng menuju puncak prestasi 2024 dapat terwujud. (Gerbek/teraskabar)






