Banggai, Teraskabar.id – Tim SAR gabungan memulai pencarian hari ini, Senin (22/5/2023) pukul 07.00 Wita terhadap dua bocah kakak beradik yang tenggelam di Sungai Singkoyo, Desa Jaya Kencana, Kecamatan Toili, Kabupaten Banggai.
Kedua bocah kakak beradik inisial IM (11) dan AF (9) tersebut hanyut terseret arus sungai pada Ahad (21/5/2023) sekitar pukul 14.30 WITA.
Keluarga korban dan aparat setempat sebelumnya telah melakukan upaya pencarian hingga sore hari namun hasilnya masih nihil.
Baca juga : Petani Kakak Beradik di Morut Kooperatif terhadap Putusan MA, Perjuangan Tetap Berlanjut
Sehingga, hari ini Tim SAR Gabungan memulai pencarian dengan melakukan pembagian SRU menjadi 3 yakni SRU 1 melakukan pencarian dengan menggunakan perahu karet sejauh 5 kilometer dengan menyisir sepanjang aliran sungai.
SRU 2 dan 3 melakukan pencarian secara manual dengan berjalan kaki di pinggiran sungai kiri dan kanan sejauh 2 kilometer.
“Pencarian hari ini dilakukan oleh tim SAR gabungan yang terdiri dari personil Basarnas, TNI, Polri, Bpbd, Senkom, RAPI dan masyarakat setempat. Satu tim menyisir dengan perahu karet dan tim lainnya menyisir dipinggiran sungai, terang,” kata Al Kaudzar selaku koordinator lapangan, Senin (22/5/2023).
Baca juga : Seorang Remaja Dilaporkan Tenggelam di Pantai Talise Kota Palu
Sebelumnya, dua bocah inisial IM (11) dan AF (9) hanyut terseret arus sungai Singkoyo Desa Jaya Kencana, Kecamatan Toili, Kabupaten Banggai pada Ahad (21/5/2023) sekitar pukul 14.30 WITA.
Kedua bocah kakak beradik anak pasangan Kusnandar dan Fitrianti tersebut terseret arus arus sungai setelah salah seorang di antaranya, inisial AF turun mandi di sungai.
Sebelum bocah pria ini turun mandi di sungai, dia mengambil ancang ancang lantas berlari dan melompat terlalu jauh ke tengah sungai, di mana kondisi arus sungai saat itu sedang kencang karena banjir.
Baca juga : Pencarian terhadap Adi, Remaja Tenggelam di Pantai Talise Kembali Dilanjutkan
“Korban tidak bisa berenang sehingga korban tenggelam dan hanyut, hanya kelihatan tangan di atas air,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu Anderias Hendrik Johannes melalui keterangan tertulis yang diterima media ini, Ahad malam (21/5/2023).
Salah seorang rekan bocah tersebut inisial Ad yang juga merupakan saksi atas insiden ini, berteriak minta tolong saat menyaksikan korban hanyut terseret arus sungai.
Sehingga, kakak korban inisial IM mengejar adiknya untuk menolong dengan terjun juga ke sungai. Namun, bocah perempuan ini juga ikut hanyut terseret arus sungai.
Baca juga : Bocah Empat Tahun Terjatuh ke Laut saat Bermain di Tanggul Pesisir Pantai Lantibung Balut
Pihak Basarnas Palu baru menerima informasi tersebut pada pukul 17.45 Wita dari Kapolsek Toili, Nanang Afriko.
Setelah informasi tersebut diterima personil Pos SAR Luwuk yang berjumlah 6 orang, langsung diberangkatkan ke lokasi kejadian dengan estimasi tiba di lokasi kejadian pada pukul 20.00 WITA, di mana perjalanan ditempuh selama 2 jam perjalanan darat.
“Pihak kami baru dapat info sore tadi dan saat ini tim sudah berada di lokasi kejadian,” kata Andrias. (teraskabar)






