Tolitoli, Teraskabar – Sebanyak 1.000 ekor ternak sapi milik warga di Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah (Sulteng) disuntik vaksin pencegahan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Vaksinasi di awal 2023 ini baru dilaksanakan di dua kecamatan.
” Untuk mencegah penularan PMK pada ternak sapi milik warga, kami pihak dinas baru melakukan vaksinasi di Kecamatan Galang dan Dakopemean,” kata Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Tolitoli, Moh Nasir Dg Marumu, Kamis (9/2/2023).
Baca juga : Sulteng Tutup Sementara Pasokan Hewan Ternak dari Luar Provinsi
Vaksinasi yang dilaksanakan setelah pihak dinas mendapat informasi adanya ternak sapi warga di Kecamatan Basidondo yang terindikasi tertular PMK, belum lama ini.

” Sapi yang terkena gejala PMK itu sudah diobati oleh tim kesehatan hewan dinas terkait, sekarang kesehatan sapi sudah kembali seperti biasa,” sebutnya.
Baca juga : Virus PMK Menyebar, 10 Ribu Sapi Target Vaksinasi di Parimo
Sementara ternak sapi yang mati beberapa bulan yang lalu akibat tertular PMK di Kecamatan Basidondo Kabupaten Tolitoli, menurutnya bukan merupakan sapi bantuan pemerintah, namun merupakan milik warga setempat.
” Infomasi awal sapi yang terjangkit PMK itu adalah sapi bantuan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulteng ternyata bukan, tetapi sapi milik masyarakat,” katanya.
Baca juga : 15 Ekor Sapi Mati di Parimo karena Terjangkit PMK
Mengantisipasi agar virus PMK tidak menyebar lanjutnya, pihak dinas telah melaksanakan imbauan kepada warga yang memiliki ternak sapi di sejumlah kecamatan untuk segera mengisolasi ternaknya masing-masing. Karena penularan penyakit PMK tersebut bukan hanya dari sesama ternak sapi, tetapi juga melalui melalui manusia.
” PMK itu penularannya bukan hanya dari sapi saja, tetapi bisa juga dari manusia, makanya untuk mencegah virus tersebut pihak dinas sudah mengimbau agar ternaknya dikandangkan jangan dilepas liar,” katanya. (ram/teraskabar)






