Jumat, 5 Juni 2026
Ekbis  

Penerapan Praktik ESG, PT Vale Indonesia Paparkan di Unhas

Wakil Presiden Direktur PT Vale Berbagi Tips Jitu Menjadi Tenaga Kerja Kompeten dan Siap Kerja
Wakil Presiden Direktur PT Vale Indonesia Tbk, Abu Ashar memaparkan praktik penerapan ESG PT Vale di hadapan mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas), dalam kegiatan Talk Show yang diadakan oleh SRE Unhas, di Auditorium Fakultas Kedokteran Unhas, Ahad (10/9/2023). Foto: Humas PT Vale

Makassar, Teraskabar.idChief Operating Officer (COO) PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) Abu Ashar memaparkan praktik penerapan Environmental, Social, and Governance (ESG) PT Vale di hadapan mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas), dalam kegiatan Talk Show yang diadakan oleh Society of Renewable Energy (SRE) Unhas. Acara berlangsung di Auditorium Fakultas Kedokteran Unhas, Ahad (10/9/2023), dan dihadiri tak kurang dari 500 mahasiswa.

Abu Ashar mengatakan, sejak awal beroperasi PT Vale telah berkomitmen terhadap ESG, dengan membangun smelter dan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Larona dengan produksi daya listrik sebesar 165 Megawatt (MW).

Baca jugaAbu Ashar Ditunjuk Jadi Direktur PT Vale, Rudiantara Kembali Jabat Komisaris Independen

“Setelah itu, perusahaan kembali membangun dua PLTA, yaitu Balambano produksi daya listrik sebesar 110 Mega Watt (MW) dan Karebbe 90 MW. Kami telah mengoperasikan tiga PLTA berkapasitas 365 MW. Sebesar 10,7 MW didistribusikan ke Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur untuk memasok kebutuhan listrik masyarakat,” katanya.

Abu menjelaskan, seluruh kebutuhan energi listrik perusahaan termasuk pabrik didukung oleh ketiga PLTA tersebut. Sehingga, sejak awal beroperasi PT Vale telah memanfaatkan sumber energi baru terbarukan.

Selain itu, dia juga menyampaikan, PT Vale telah mendeklarasikan komitmen untuk mengatasi perubahan iklim pada Conference of Parties ke-26 (COP-26). “Dalam menambang perseroan bertanggung jawab melakukan reklamasi dan revegetasi terhadap lahan pascatambang, ini bagian dari proses pertambangan berkelanjutan,” jelasnya.

Baca jugaPenerapan Ketersediaan Dana 20 Persen, Kepala DKP Sulteng Komitmen Patuhi SE Gubernur

Abu juga memaparkan mengenai inovasi PT Vale di bidang pertambangan untuk mendukung program pemerintah dalam menurunkan emisi karbon. Pemerintah Indonesia menargetkan net zero emission pada 2060.

  Telkom dan Alibaba Cloud Jalin Kemitraan Strategis Memperkuat Ekosistem Digital

“PT Vale memiliki roadmap menuju net zero emission lebih cepat 10 tahun dibandingkan pemerintah yaitu pada 2050. Target terdekat perseroan menurunkan emisi karbon 33% pada 2030, dengan solusi efisiensi energi dan optimasi pemanfaatan energi terbarukan. Target ini masih belum melenceng dari jalurnya,” paparnya optimistis

Selain Abu Ashar, kegiatan ini juga menghadirkan pembicara dari pelaku industri dan akademisi. Sekjen Kementerian ESDM Dr. Dadan Kusdiana juga menjadi salah satu pembicara pada kegiatan ini.

Baca jugaCEO PT Vale Optimistis Good Mining Practices Kuatkan Industri Nikel

Sementara itu, President Society of Renewable Energy Universitas Hasanuddin, Aflah Fikri Mahmud mengatakan, isu climate, energy, dan sustainability merupakan isu yang sangat esensial saat ini. Bahkan, katanya pada pertemuan negara-negara banyak membahas mengenai perubahan iklim. Sehingga, penting bagi mahasiswa bersama pelaku industri membahas lebih dalam mengenai climate change ini.

“Salah satu dokumen dalam Paris Agreement menetapkan bahwa seluruh negara di dunia harus berkomitmen untuk menurunkan kenaikan suhu rata-rata bumi bahkan hingga di bawah 1,5 derajat celcius. Hal ini salah satu alasan sehingga kami mengangkat isu iklim dalam seminar ini,” paparnya.

Baca jugaPresiden Jokowi Apresiasi Pengelolaan Pertambangan PT Vale

Afliah melanjutkan, energi menempati dominasi tertinggi untuk gas rumah kaca di Indonesia. Kemudian faktor yang mempengaruhinya, yaitu industri, transportasi, hingga rumah tangga. “Untuk itu, dalam kegiatan ini kita ingin mencari solusi yang berkelanjutan, artinya dampaknya tidak hanya untuk saat ini tetapi berdampak pada anak cucu kita,” jelasnya. (teraskabar)