Minggu, 25 Januari 2026

BRIDA Sulteng dan Untad Riset Hilirisasi Nikel di PT IMIP

BRIDA Sulteng dan Untad Riset Hilirisasi Nikel di PT IMIP
Manajemen PT IMIP menerima rombongan BRIDA Sulteng dan UNTAD di ruang pertemuan IMIP, Bahodopi, Morowali. Foto: Humas Pemprov

Morowali, Teraskabar.id–  Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Sulawesi Tengah dan Universitas Tadulako (Untad) melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Selasa (7/5/2024).

Tim Riset Hilirisasi Nikel yang dipimpin Kepala BRIDA Provinsi Sulteng, Farida Lamarauna itu diterima manajemen PT IMIP perwakilan divisi enviroment, Suyanto, di ruang rapat PT IMIP, Desa Bahodopi, Kabupaten Morowali.

Baca jugaTungku Smelter PT SMI IMIP Meluber, Operasional Tungku 1 Dihentikan Sementara

Mengawali sambutannya, Faridah Lamarauna menyampaikan terkait tujuan dari kunjungan kerja tersebut. Faridah Lamarauna menjelaskan bahwa riset hilirisasi nikel ini dilatarbelakangi untuk menindaklanjuti hasil kunjungan kerja Gubernur Sulawesi Tengah di Universitas Tadulako.

Pada kunker tersebut, Gubernur Sulawesi Tengah, Rusdy Mastura mengharapkan sumbangsih Untad melalui riset agar investasi di Sulawesi Tengah dapat benar-benar bisa bermanfaat bagi masyarakat.

Kunjungan kerja ini juga merupakan persiapan awal dari riset hilirisasi nikel, yang nantinya memanfaatkan limbah buangan pengelolaan nikel untuk dimanfaatkan masyarakat. Harapannya, manajemen PT IMIP dapat memfasilitasi suksesnya pelaksanaan riset ini.

BRIDA Sulteng dan Untad Riset Hilirisasi Nikel di PT IMIP
Manajemen PT IMIP menerima rombongan BRIDA Sulteng dan UNTAD di ruang pertemuan IMIP, Bahodopi, Morowali. Foto: Humas Pemprov

Baca jugaBRIDA Sulteng Distribusi Hasil Riset Kelapa Genjah Varietas Sendiri

Dikesempatan yang sama, Ketua tim pelaksana riset, Prof. Darmawati Darwis menjelaskan bahwa riset hilirisasi nikel ini nantinya akan memanfaatkan limbah slag nikel untuk infrastruktur batako.

Perkembangan teknologi dalam pengolahan slag nikel terus dilakukan untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi dalam pemanfaatannya. Inovasi dalam proses produksi batako juga terus dikembangkan untuk mengoptimalkan manfaat dari slag nikel tersebut.

Prof. Darmawati Darwis menyebutkan, keunggulan batako dengan menggunakan slag nikel memiliki kekuatan dan ketahanan yang lebih tinggi dibandingkan dengan batako konvensional. Selain itu, penggunaan slag nikel juga dapat mengurangi biaya produksi batako secara keseluruhan. Pada uji kualitas batako, pengujian kekuatan tekanan, absorpsi air, dan ketahanan terhadap beban dilakukan untuk memastikan kualitas batako dengan slag nikel.

  Janda Muda Melahirkan Lantas Mengaku Temukan Bayi di Pekarangan Rumahnya di Sigi

Baca juga: Pameran Teknologi dan Inovasi Akan Hadir di BRIDA Award 2023

“Hasil uji kualitas ini, akan menjamin keamanan dan ketahanan batako dalam konstruksi,” ungkapnya.

Jika dilihat dari pengaruh sosial dan ekonomi, pemanfaatan slag nikel untuk batako tersebut tidak hanya memberikan manfaat pada lingkungan saja, akan tetapi juga berdampak pada pemberdayaan ekonomi lokal. Hal ini memberikan peluang baru dalam pengembangan industri lokal dan penciptaan lapangan kerja.

Kesimpulan dari penjelasan tersebut, Prof. Darmawati Darwis mengungkapkan bahwa pemanfaatan slag nikel untuk batako merupakan pendekatan inovatif yang memberikan manfaat dalam aspek lingkungan, ekonomi, dan teknologi.

“Dengan regulasi yang tepat dan kolaborasi yang kuat, pemanfaatan ini dapat menjadi solusi berkelanjutan dalam industri konstruksi,” ujarnya. (Humas Pemprov)