Palu, Teraskabar.id – Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) H. Rusdy Mastura segera bertindak dengan memerintahkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait setelah memperoleh laporan mengenai bencana banjir bandang di dua desa di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) pada Ahad (22/6/2024).
Banjir bandang melanda Desa Sibalago dan Desa Sienjo, Kecamatan Toribulu sekitar pukul 04.30 Wita tersebut, menyebabkan dua warga meninggal yaitu Andi Nur Hayati dan Aco.
Baca juga: Dilaporkan Hilang di Kebun, Lansia Ini Ditemukan di Perairan Toribulu Parimo
Sehingga, Gubernur Rusdy Mastura sebagaimana disampaikan Tenaga Ahli Komunikasi Gubernur Sulteng, Andono Wibisono, meminta kepada kepala pelaksana BPBD Provinsi Sulteng untuk segera melakukan asesmen atas bencana banjir bandang yang dikabarkan telah menimbulkan korban jiwa dan kerusakan sejumlah infrastruktur.
Gubernur Rusdy juga memerintahkan kepada Kalak BPBD Provinsi Sulteng Dr. Ir. Akris Fattah untuk mengerahkan peralatan berat, evaluasi korban dan pengunsi serta bantuan pangan dan obat – obatan.
Olehnya, BPBD Sulteng hingga kini terus berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Parimo menangani dengan gerak cepat peristiwa tersebut.
Berikut langkah – langkah strategis, cepat dan tangguh dilakukan BPBD Sulteng, Dr. Ir. Akris Fattah yang dilaporkan ke Gubernur Sulteng semalam.
Baca juga: Antrean Mengular Warga Belanja Minyak Goreng Curah
Kalak BPBD Sulteng segera melaporkan persitiwa tersebut kepada Kepala BNPB. Termasuk melaporkan kepada Deputi Logistik dan Peralatan BNPB.
Kalak BPBD Sulteng juga telah melaporkannya kepada Wakil Gubernur Sulteng Ma’mun Amir, Ketua DPRD Provinsi Sulteng Nilam Sari Lawira, dan Sekda Provinsi Sulteng.
Sementara itu, sebagaimana laporan kronologis peristiwa tersebut dari BPBD Provinsi Sulteng, banjir bandang yang melanda Desa Sibalago dan Desa Sienjo, Kecamatan Toribulu, Kabupaten Parigi Moutong, Ahad (23/6/2024) sekitar pukul 04.30 Wita, akibat hujan dengan intesitas sedang hingga lebat yang mengguyur wilayah di Kecamatan Toribulu dan sekitarnya. Hal ini menyebabkan air di sungai Toribulu meluap.
Baca juga: Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Tersangkut di Batu Karang Pantai Toribulu Parimo
Sehingga, terjadi banjir bandang di Desa Sibalago dan banjir di perumahan nelayan Desa Sienjo akibat bertemunya air laut pasang dan banjir yang meluap dari sungai oribulu.
Sebanyak 120 warga terdampak banjir bandang tersebut. Rinciannya, 30 KK di Desa Sienjo dan 90 KK Desa Sibalago, serta satu unit jembatan putus yang menghubungkan antara desa Sibalago dan Sienjo. (teraskabar)






