Senin, 8 Juni 2026

Kisruh Pelabuhan Bungku, Forbes Morowali Desak Jalan Kembali Disiram dan Aktivitas Dikaji Ulang

Kisruh Pelabuhan Bungku, Forbes Morowali Desak Jalan Kembali Disiram dan Aktivitas Dikaji Ulang
Ketua Umum Forbes Morowali, Abdul Jamil di pelabuhan Bungku, Selasa (5/8). Foto : Forbes

Morowali, Teraskabar.id – Penolakan terhadap aktivitas mobilisasi kontainer di Pelabuhan Kelas III Bungku, Kabupaten Morowali, kembali mengemuka. Warga mengeluhkan polusi debu yang masuk ke dalam rumah-rumah mereka akibat lalu-lalang kendaraan berat tersebut.

“Setiap hari debu beterbangan, masuk ke rumah-rumah warga. Ini bukan hanya soal kenyamanan, tapi juga soal kesehatan,” ujar Abdul Jamil, Ketua Umum Forum Rakyat Bersatu (Forbes) Morowali saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (5/8/2025).

Menurut Abdul Jamil, aspirasi warga sudah berkali-kali disuarakan, bahkan telah difasilitasi melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Morowali. Namun hingga kini, kata dia, belum ada tindakan nyata yang dirasakan warga.

“Salah satu tuntutan paling sederhana dari warga adalah agar jalan yang dilalui kendaraan kontainer disiram secara rutin. Jangan sampai debu terus mengepul. Ini permintaan dasar,” tegasnya.

Forbes Morowali, lanjut aktivis yang akrab disapa Hanto, akan terus mengawal isu ini sampai pihak terkait benar-benar memberikan solusi konkret. Ia menekankan, pihak pelaksana aktivitas bongkar muat serta otoritas pelabuhan harus bertanggung jawab terhadap dampak sosial-lingkungan yang ditimbulkan.

“Masyarakat bukan anti-investasi, tapi semua harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab sosial dan lingkungan,” tegasnya.

Meski telah beberapa kali digelar RDP di DPRD Morowali, Jamil mengatakan warga merasakan kecewa karena tidak ada perubahan di lapangan. Mobil-mobil kontainer masih melintas tanpa upaya pengurangan debu.

Forbes Morowali mendesak agar pemerintah daerah, otoritas pelabuhan, dan perusahaan yang terlibat segera duduk bersama warga untuk mencari solusi permanen. Jika tidak, mereka mengancam akan menggalang aksi massa besar-besaran sebagai bentuk perlawanan warga terhadap aktivitas kontainer yang dinilai merugikan.

“Kami minta ini diseriusi. Kalau tidak, warga siap turun aksi. Kita tidak sedang bermain-main,” pungkas Abdul Jamil. (Ghaff/Teraskabar)

  Morowali Tambah Maskapai Baru: FlyJaya Milik Siapa?