Morowali, Teraskabar.id — Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Morowali, Zainuddin, S.Pd.,M.Pd., menegaskan pentingnya tata kelola yang kuat dan inovasi berkelanjutan dalam pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Merah Putih Kelurahan Bungi, Kecamatan Bungku Tengah, Selasa (31/3/2026). Melalui momentum ini, Dinas Koperasi dan UMKM Morowali mendorong koperasi agar semakin transparan, adaptif, dan mampu meningkatkan kesejahteraan anggota secara nyata.
Zainuddin, S.Pd., M.Pd., membuka kegiatan tersebut secara resmi. Ia langsung mengarahkan pengurus dan pengawas agar menjalankan amanah secara bertanggung jawab. Selain itu, ia meminta seluruh laporan keuangan disusun rapi, terbuka, dan mudah dipahami oleh anggota.
“RAT bukan sekadar agenda rutin, melainkan forum tertinggi untuk mengevaluasi kinerja dan menentukan arah kebijakan koperasi ke depan. Karena itu, saya minta seluruh proses berjalan transparan, akuntabel, dan partisipatif,” ujar Zainuddin.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa RAT merupakan forum tertinggi dalam koperasi. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh anggota memanfaatkan forum ini untuk mengevaluasi kinerja sekaligus merumuskan langkah strategis. Dengan demikian, koperasi dapat bergerak lebih terarah dan terukur.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Morowali Dorong Transparansi, Partisipasi, dan Transformasi Digital
Di sisi lain, ia menekankan pentingnya partisipasi aktif anggota. Menurutnya, koperasi yang maju selalu ditopang oleh keterlibatan anggota dalam berbagai aktivitas. Misalnya, anggota dapat berperan dalam pengambilan keputusan, pengembangan usaha, hingga penguatan modal bersama.
Selain partisipasi, Dinas Koperasi dan UMKM Morowali juga mendorong pemanfaatan teknologi digital. Saat ini, koperasi perlu mengadopsi sistem digital untuk meningkatkan efisiensi. Dengan begitu, pengelolaan administrasi, pemasaran produk, dan pelayanan anggota dapat berjalan lebih cepat dan akurat.
“Di era digital, koperasi tidak boleh tertinggal. Pengurus harus mulai memanfaatkan teknologi untuk memperkuat layanan dan memperluas akses pasar,” kata Zainuddin.
Selanjutnya, ia mengingatkan pentingnya pengembangan unit usaha produktif. Koperasi, katanya, tidak boleh hanya bergantung pada simpan pinjam. Sebaliknya, koperasi harus menggali potensi lokal Kelurahan Bungi. Dengan langkah itu, koperasi bisa menciptakan sumber pendapatan baru yang berkelanjutan.
Tidak hanya itu, ia juga mengajak koperasi membangun sinergi dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan. Pemerintah daerah, melalui dinas terkait, siap memberikan pembinaan, pelatihan, serta fasilitasi. Oleh sebab itu, komunikasi dan koordinasi harus terus diperkuat.
Sebagai bentuk dukungan, Dinas Koperasi dan UMKM Morowali menyatakan komitmennya untuk terus mendampingi koperasi. Pendampingan ini mencakup peningkatan kapasitas sumber daya manusia hingga penguatan kelembagaan.
Pada kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan apresiasi kepada pengurus dan anggota Koperasi Merah Putih Bungi. Ia menilai mereka telah menunjukkan komitmen dalam menjaga keberlangsungan koperasi. Namun demikian, ia tetap mendorong peningkatan kinerja di masa mendatang.
Akhirnya, ia berharap koperasi ini mampu tumbuh lebih sehat, profesional, dan berdaya saing. Dengan begitu, koperasi dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi seluruh anggota serta masyarakat sekitar. Ia pun secara resmi membuka RAT sebagai langkah awal menuju penguatan ekonomi berbasis koperasi di Morowali. (G)






