Rabu, 6 Mei 2026

Pelepasan Jemaah Haji Morowali, Dari Bantuan Rp100 Juta Hingga Cerita Fawakihah

pelepasan jemaah haji morowali dari bantuan rp100 juta hingga cerita fawakihah
Suasana kegiatan pelepasan jemaah haji Morowali, Selasa (5/5/2026). Foto: IKP.

Morowali, Teraskabar.id – Pelepasan jemaah Haji Morowali berlangsung penuh haru sekaligus sarat dukungan nyata dari pemerintah daerah. Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, memimpin langsung prosesi tersebut dengan menunjukkan perhatian besar kepada para calon tamu Allah. Bupati Iksan menyerahkan bantuan dana sebesar Rp100 juta bagi jemaah yang akan berangkat ke Tanah Suci.

Momentum ini menjadi bukti kuat bahwa pemerintah daerah tidak hanya menjalankan fungsi administratif. Sebaliknya, pemerintah juga hadir secara emosional dan sosial dalam mendampingi masyarakat. Karena itu, suasana pelepasan terasa hangat, penuh doa, dan dipenuhi harapan baik.

Iksan menjelaskan bahwa nilai bantuan bukanlah hal utama, melainkan keikhlasan yang menyertainya. Dengan demikian, ia berharap bantuan itu menjadi berkah bagi seluruh jemaah selama menjalankan ibadah haji.

“Saya menitipkan uang ini, dananya Rp100 juta, tidak besar, tidak kecil tapi kalau ikhlas itu nanti biar Allah yang balas,” ujar Iksan di Kantor Bupati Morowali, Selasa (5/5/2026).

Selain memberikan bantuan dana, Bupati Iksan juga memastikan dukungan lain yang tidak kalah penting. Ia mengaku memiliki relasi di Tanah Suci yang siap membantu jika dibutuhkan. Langkah ini ia siapkan sebagai bentuk antisipasi terhadap kemungkinan yang bisa terjadi selama jemaah berada di luar negeri.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa jaringan tersebut akan ia aktifkan jika diperlukan. Dengan begitu, para jemaah dapat merasa lebih aman dan tenang selama menjalankan ibadah.

“Saya juga punya hubungan baik dengan orang di sana, nanti saya hubungi untuk berjaga-jaga karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi di sana,” tambahnya.

Di sisi lain, Iksan juga berpesan kepada para jemaah agar tidak merasa cemas. Ia menekankan bahwa masyarakat Morowali dikenal memiliki solidaritas tinggi. Oleh sebab itu, ia yakin selalu ada pertolongan bagi siapa pun yang membutuhkan.

  5 Tersangka Desktruktif Fishing di Kecamatan Palele Barat Buol Diserahkan ke Kejaksaan

“Jangan pusing-pusing, Bu, Morowali itu banyak penolongnya. Insya Allah akan ada yang datang menolong,” ucapnya.

Cerita Fawakihah, Penantian 13 Tahun yang Berbuah Kebahagiaan

Di tengah suasana pelepasan jemaah Haji Morowali, kisah Fawakihah Yusman Mahbub menjadi salah satu sorotan. Ia mengungkapkan rasa syukur mendalam setelah menunggu selama 13 tahun untuk bisa berangkat ke Tanah Suci. Penantian panjang itu akhirnya terbayar pada musim haji 1447 Hijriah.

Sejak mendaftar pada November 2013, Fawakihah terus menanti dengan penuh kesabaran. Kini, ia dijadwalkan berangkat pada 7 Mei. Oleh karena itu, momen ini menjadi sangat emosional bagi dirinya dan keluarga.

“Alhamdulillah setelah 13 tahun menunggu, mulai mendaftar pada bulan November 2013 dan berangkat insya Allah tanggal 7 Mei nanti, hati saya sangat senang dan berbahagia. Kita sudah dipanggil sebagai tamu suci Allah di Mekkah,” ujarnya.

Kemudian, Fawakihah menyampaikan harapan agar seluruh jemaah diberikan kelancaran. Ia menyadari bahwa perjalanan haji bukanlah perjalanan biasa. Namun demikian, ia tetap optimistis bahwa semua proses akan berjalan lancar dengan pertolongan Tuhan.

Selanjutnya, ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Bupati Morowali atas perhatian yang diberikan. Ia menilai bantuan tersebut sangat berarti bagi rombongan jemaah, baik secara moral maupun material.

Dukungan dan Harapan dalam Pelepasan Jemaah Haji Morowali

Kegiatan pelepasan jemaah Haji Morowali tidak hanya menjadi seremoni formal. Sebaliknya, acara ini mencerminkan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. Selain itu, momen ini juga memperlihatkan bagaimana nilai kebersamaan dan kepedulian terus dijaga.

Lebih penting lagi, bantuan yang diberikan menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung ibadah masyarakat. Akhirnya, seluruh pihak berharap para jemaah dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk. Mereka juga diharapkan kembali ke tanah air dengan selamat serta membawa predikat haji yang mabrur. (G).

  Gubernur Anwar Hafid Soroti Pengelolaan Pajak Perusahaan di Morowali dan Morut