Poso, Teraskabar.id – Ruas jalan Tonusu-Bada putus, pada Jumat (5/6/2026), mengakibatkan arus transportasi dari dan menuju wilayah tersebut terganggu. Curah hujan yang tinggi di wilayah dataran Pamona Bersaudara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, beberapa hari terakhir ini penyebab ruas jalan tersebut terputus.
Menurut keterangan sejumlah warga, akses transportasi dari dan menuju wilayah tersebut, saat ini hanya bisa dilalui kendaraan roda dua sebab di sisi kiri dan kanan badan jalan telah tergerus banjir akibat hujan deras mengguyur wilayah Bada dan sekitarnya beberapa hari terakhir.
Selain memutus urat nadi transportasi yang merupakan satu-satunya koneksitas antara wilayah Bada di Kecamatan Lore Selatan dan Kecamatan Pamona Puselemba, banjir juga merendam sejumlah rumah warga dan fasilitas umum.
“Betul pak terpaksa kami atau pengguna jalan harus berhati-hati agar tak terperosok ke jurang. Itupun pak hanya motor boleh lewat. Sebenarnya persoalan jalan menuju ke Lore Selatan bukan hanya karena hujan. Tapi memang butuh anggaran yang besar dan perhatian dari pemerintah provinsi, pemeintah pusat dan kabupaten untuk penanganannya,” ujar Berti yang mengaku warga Bada itu.
Peristiwa ruas jalan Tonusu – Bada terputus tersebut menjadi vira di media sosial dan menuai sorotan warganet. Mereka mendesak pemerintah agar segera turun tangan menangani akses transportasi di wilayah tersebut.
“Kami mendesak agar jalan kami diperhatikan pemerintah, sudah banyak korban akibat jalan yang rusak namun belum juga ada tanda tanda untuk diperbaiki,” pungkasnya.
Ruas Jalan Tonusu-Bada Putus Segera Ditangani
Sementara itu Kepala Dinas Bina Marga dan Tataruang Pemprov Sulteng, Dr. Faidul Keteng kepada Teraskabar.id, Jumat (5/6/2026), membenarkan ruas jalan Tonusu- Bada terputus. Saat ditanya apakah ada anggaran untuk perbaikan jalan tersebut, Kadis mengaku peristiwa ruas jalan terputus di wilayah Bada mendapat atensi serius dari Pemprov Sulteng.
” Iya pak jalan itu akan kami perbaiki agar masyarakat bisa kembali beraktifitas dengan lancar,” ujarnya.
Saat ini juga pihak Pemprov sedang melakukan preservasi jalan di Kecamatan Pamona Barat dengan anggaran multiyear sebesar Rp61 Miliar yang sesuai kontrak rampung pada tahun 2027. (deddy)






