Sabtu, 25 Juli 2026
Ekbis, Home  

Skema IUPK Profit Sharing, PT Vale Wujudkan Komitmen Kontribusi bagi Daerah

Skema IUPK Profit Sharing, PT Vale Wujudkan Komitmen Kontribusi bagi Daerah
CEO PT Vale Indonesia, Bernardus Irmanto pada seremoni kedatangan autoclave di proyek HPAL Sambalagi, Morowali, Rabu (22/7/2026). Foto: Media Relation PT Vale

Morowali, Teraskabar.id— Di tengah dinamika dan fluktuasi harga nikel global, proyek pabrik pengolahan nikel berbasis High-Pressure Acid Leach (HPAL) di Sambalagi, Bungku Pesisir, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, optimistis mampu menjaga daya saing dan menekan biaya produksi secara signifikan sehingga tetap bisa berkontribusi kepada daerah. Sebagai perusahaan pemegang IUPK, skema IUPK profit sharing jadi wujud implementasi PT Vale optimalkan komitmen kontribusi finansial bagi daerah.

Upaya tersebut tergambar dari fasilitas proyek HPAL di Sambalagi yang dirancang menjadi salah satu pabrik paling produktif dan efisien di Indonesia. Tingkat intensitas modal (capital intensity) proyek ini diklaim menjadi salah satu yang terendah, sehingga memberikan dasar kelayakan ekonomi yang sangat solid.

“Inilah yang membuat kami tetap optimistis proyek HPAL Sambalagi tetap kompetitif dan mampu berkontribusi kepada daerah di tengah dinamika fluktuasi harga nikel global,” kata Presiden Direktur & Chief Executive Officer (CEO) PT Vale, Bernardus Irmanto di hadapan sejumlah awak media usai seremoni kedatangan Autoclave HPAL Sambalagi, Rabu (22/7/2026), di Kawasan PT IGIP Sambalagi, Bungku Pesisir, Kabupaten Morowali.

Meski Bernardus tidak menampik adanya tantangan industri saat ini—seperti lonjakan harga bahan baku—pihak pengembang optimistis keunggulan teknis proyek Sambalagi akan memberikan nilai tambah ekonomi yang tinggi. Nilai tambah tersebut tidak hanya dirasakan oleh para pemegang saham, tetapi juga memberikan dampak finansial yang nyata bagi pemerintah daerah dan masyarakat Sulawesi Tengah.

Kontribusi Nyata Melalui Profit Sharing IUPK

Sebagai bagian dari skema penerimaan negara dari pemegang Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK), PT Vale Indonesia menegaskan komitmen kontribusi finansialnya kepada daerah melalui skema IUPK profit sharing.

Bernardus mengatakan, sesuai ketentuan, sebesar 10 persen dari keuntungan bersih (net profit) perusahaan yang telah teraudit akan disetorkan kepada negara. Dana tersebut selanjutnya didistribusikan kembali secara transparan kepada Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, hingga Pemerintah Kabupaten Morowali sesuai dengan proporsi aturan hukum yang berlaku.

  Pengawasan Pertanian Organik, PT Vale Wujudkan Pertanian Berkelanjutan dan Berkualitas di Morowali

Skema bagi hasil dari laba bersih ini menjadi poin pembeda utama kontribusi proyek HPAL berbasis IUPK dibanding pelaku usaha tambang biasa. Dengan integrasi teknologi efisien, biaya produksi yang rendah, serta skema kontribusi daerah yang jelas, proyek Sambalagi diyakini menjadi pilar pertumbuhan ekonomi baru yang tangguh di Sulawesi Tengah.

Pertumbuhan Ekonomi Daerah Meningkat Pesat

Pada kesempatan yang sama, perwakilan Bea dan Cukai mengatakan, dampak positif pertumbuhan sektor industri ini tercermin pada indikator ekonomi daerah. Sepanjang semester pertama tahun 2026, aktivitas ekonomi dan kepabeanan di wilayah Morowali dan Morowali Utara mencatatkan lonjakan signifikan sebesar 56 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025.

Saat ini, tercatat sebanyak 59 perusahaan/tenant telah beroperasi dan berkontribusi di wilayah Morowali, menegaskan posisi daerah tersebut sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi dan hilirisasi industri paling dinamis di Indonesia. (red)