Morowali, Teraskabar.id – Orientasi 623 PPPK Morowali dimulai sebagai tahap awal memahami tugas dan etika aparatur negara.
Sekretaris Daerah Kabupaten Morowali Yusman Mahbub membuka orientasi tersebut di Halaman Kantor Bupati Morowali, Rabu (9/9/2026).
Kegiatan itu menjadi bagian dari proses pembekalan PPPK sebelum menjalankan tanggung jawabnya pada organisasi perangkat daerah.
Para Asisten dan Staf Ahli turut menghadiri kegiatan tersebut bersama pimpinan OPD dan para camat.
Selain itu, sejumlah tamu undangan juga mengikuti pembukaan orientasi PPPK Kabupaten Morowali tersebut.
Orientasi 623 PPPK Morowali Berlangsung Tujuh Gelombang
Kepala BKPSDMD Kabupaten Morowali Asep Haerudin menjelaskan tujuan utama kegiatan tersebut.
Menurut dia, orientasi membantu peserta memahami tugas, kewajiban, serta hak sebagai bagian dari aparatur sipil negara.
Pembekalan itu juga mendorong peserta memahami tanggung jawab secara profesional dalam menjalankan pelayanan kepada masyarakat.
“Adapun pola pelaksanaan orientasi PPPK terbagi menjadi 7 gelombang dan dimulai tanggal 26 Agustus 2026 sampai dengan 23 Oktober 2026 dengan pola blended learning yang terdiri dari tahap online MOOC dan tahap offline. Kegiatan orientasi ini diikuti oleh 623 orang yang terdiri dari tenaga kesehatan, tenaga guru dan tenaga teknis,” ungkapnya.
Dengan demikian, Orientasi 623 PPPK Morowali mencakup tiga kelompok tenaga yang memiliki fungsi berbeda.
Tenaga kesehatan berhadapan langsung dengan kebutuhan layanan kesehatan masyarakat. Sementara itu, tenaga guru memegang peran penting dalam layanan pendidikan.
Adapun tenaga teknis mendukung berbagai urusan pemerintahan sesuai bidang tugas masing-masing.

Orientasi 623 PPPK Morowali, Sekda Minta PPPK Memahami Etika Pelayanan
Yusman Mahbub meminta peserta mengikuti seluruh rangkaian orientasi dengan serius. Menurut dia, pemahaman terhadap nilai dasar ASN menjadi fondasi penting sebelum peserta menjalankan tugas.
Karena itu, peserta tidak cukup hanya memahami pekerjaan teknis pada unit masing-masing.
Mereka juga perlu memahami posisi ASN sebagai pelayan publik yang bekerja untuk kepentingan masyarakat.
“Orientasi ini adalah gerbang awal pengabdian. Manfaatkan waktu ini untuk memahami nilai-nilai dasar ASN, tugas pokok dan fungsi, serta etika sebagai pelayan publik,” tuturnya.
Pernyataan tersebut menempatkan orientasi sebagai bagian penting dalam membangun kualitas aparatur.
Sebab, pelayanan publik membutuhkan aparatur yang memahami aturan sekaligus memiliki integritas.
Lebih jauh, disiplin juga menentukan konsistensi aparatur dalam menjalankan tanggung jawab sehari-hari.
PPPK Punya Peran Strategis di Daerah
Yusman juga menilai PPPK memiliki posisi strategis dalam mendukung pembangunan Kabupaten Morowali.
Jumlah peserta yang mencapai 623 orang menunjukkan besarnya sumber daya manusia yang akan memperkuat layanan pemerintah daerah.
Karena itu, setiap peserta perlu membawa kompetensi dan etika kerja ke lingkungan OPD masing-masing.
“Saya berharap seluruh PPPK dapat memberikan kontribusi dan menjalankan peran yang baik di OPD masing-masing. Mari kita bersama-sama bekerja keras untuk mewujudkan Kabupaten Morowali yang maju, mandiri, dan berkeadilan demi pelayanan publik yang lebih berkualitas,” tegasnya.
Dalam konteks tersebut, Orientasi 623 PPPK Morowali bukan sekadar agenda administratif bagi pegawai baru.
Kegiatan ini juga menjadi ruang untuk menyamakan pemahaman tentang tugas dan tanggung jawab aparatur.
Terlebih lagi, PPPK akan berhadapan langsung dengan kebutuhan masyarakat melalui bidang tugas masing-masing.

Integritas Menjadi Pesan Penutup
Pada akhir sambutannya, Yusman kembali mengingatkan peserta mengenai pentingnya integritas. Ia meminta seluruh peserta menjaga disiplin selama mengikuti rangkaian orientasi.
Selain itu, Sekda mendorong peserta mempertahankan semangat belajar setelah orientasi berakhir.
Pesan tersebut menegaskan bahwa pembentukan aparatur tidak berhenti setelah peserta menyelesaikan tahapan pembekalan. Sebaliknya, proses tersebut perlu berlanjut melalui pelaksanaan tugas sehari-hari.
Orientasi 623 PPPK Morowali akhirnya ditandai dengan pengalungan tanda peserta secara simbolis.
Yusman Mahbub melakukan pengalungan tersebut bersama Kepala BKPSDM kepada perwakilan peserta PPPK.
Selanjutnya, para peserta akan mengikuti rangkaian orientasi sesuai jadwal dan pola pembelajaran yang telah ditetapkan.
Dengan pola blended learning, peserta menjalani tahap online melalui MOOC dan tahap offline. Rangkaian kegiatan berlangsung hingga 23 Oktober 2026 melalui tujuh gelombang.






