Rabu, 28 Oktober 2026

Konsolidasi di Morowali Utara, Safri Bidik “Pecah Telur” Kursi DPR RI Dapil Sulteng 2029

Sekretaris DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sulawesi Tengah, Muhammad Safri (tengah), menyampaikan targetnya dalam Orientasi Politik, Pengukuhan Pengurus, dan Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) DPC PKB Morowali Utara periode 2026–2031, Rabu (28/10/2026). Foto: SMS.
Sekretaris DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sulawesi Tengah, Muhammad Safri (tengah), menyampaikan targetnya dalam Orientasi Politik, Pengukuhan Pengurus, dan Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) DPC PKB Morowali Utara periode 2026–2031, Rabu (28/10/2026). Foto: SMS.

Morowali Utara, Teraskabar.id— PKB Sulawesi Tengah membidik kursi DPR RI dari daerah pemilihan Sulawesi Tengah pada Pemilu 2029. Melalui konsolidasi di Morowali Utara, partai ini memperkuat struktur organisasi sekaligus mendorong kader agar lebih aktif menyelesaikan persoalan masyarakat.

Sekretaris DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sulawesi Tengah, Muhammad Safri, menyampaikan target tersebut dalam Orientasi Politik, Pengukuhan Pengurus, dan Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) DPC PKB Morowali Utara periode 2026–2031, Rabu (28/10/2026).

Safri menilai soliditas pengurus menjadi fondasi utama untuk memperbesar kekuatan politik partai. Karena itu, ia meminta seluruh jajaran, mulai dari DPW, DPC hingga DPAC, membangun kerja sama yang konsisten.

Menurut Ketua Fraksi PKB DPRD Sulteng tersebut, penguatan organisasi tidak cukup mengandalkan struktur formal. Sebaliknya, setiap pengurus harus mampu menjalankan peran nyata dan membangun kedekatan dengan masyarakat.

“Tentu kita berharap teman-teman yang masuk struktur kepengurusan, baik tingkat DPC maupun DPAC agar solid dalam membangun ini partai. Nah, untuk kemudian ini barang bisa terjadi, maka dibutuhkan kerja sama,” ujar Safri.

Konsolidasi di Morowali Utara, Safri Minta Pengurus Tinggalkan Pola Kerja Lama

Selain memperkuat koordinasi, Safri mendorong pengurus DPC PKB Morowali Utara meninggalkan pola kerja lama yang kaku dan tidak produktif.

Sekretaris Komisi III DPRD Sulteng itu menginginkan kader yang berinisiatif, berani mengambil tanggung jawab, mampu membangun komunikasi, serta terus mengembangkan kapasitas diri.

“Kita membutuhkan pengurus yang memiliki inisiatif, keberanian mengambil tanggung jawab, kemampuan membangun komunikasi, dan kemauan untuk terus belajar,” harapnya.

Safri memandang pembenahan internal sebagai langkah awal untuk meningkatkan daya saing PKB. Namun, kekuatan organisasi baru akan memberikan hasil apabila kader menerjemahkannya menjadi pelayanan dan kerja politik yang menyentuh kebutuhan warga.

  Gubernur Resmi Usul Morowali dan Morut Jadi Daerah Pengolah, Safri: Jangan Berhenti di Meja Kementerian

Karena itu, ia mengingatkan pengurus agar tidak membatasi aktivitas partai pada agenda seremonial. Sebaliknya, kader perlu membangun hubungan berkelanjutan dengan masyarakat dan memahami persoalan yang mereka hadapi.

Bidik Kursi DPR RI dan Kebangkitan PKB

Dalam konsolidasi di Morowali Utara, Safri juga menegaskan ambisi mengembalikan kejayaan PKB di Sulawesi Tengah. Ia merujuk pada Pemilu 2014 dan 2019, ketika PKB pernah menempati posisi unsur pimpinan legislatif.

Untuk mencapai target tersebut, Safri menilai kader harus memperluas silaturahmi dan menjadikan kebutuhan masyarakat sebagai prioritas kerja politik.

“Kalau kita mau menang ya, kita harus memperbanyak silaturahmi. Kita harus hadir di setiap masalah yang dihadapi oleh masyarakat, dan selalu hadir sebagai solusi,” ucapnya.

Lebih jauh, PKB Sulteng menargetkan penambahan kursi DPRD provinsi serta DPRD kabupaten/kota pada Pemilu 2029. Partai itu juga membuka peluang merebut posisi pimpinan legislatif di berbagai tingkatan.

“Target strategis selanjutnya adalah PKB bisa pecah telur dengan meraih kursi di DPR RI dari Dapil Sulteng. Untuk DPRD Provinsi dan kabupaten/kota harus menambah kursi, kalau perlu rebut unsur pimpinan,” bebernya.

Target kursi DPR RI menjadi tantangan tersendiri bagi PKB Sulteng. Sebab, partai perlu menerjemahkan konsolidasi kepengurusan menjadi dukungan pemilih melalui kerja politik yang terukur.

Dengan demikian, penguatan struktur perlu berjalan seiring dengan pemetaan kebutuhan masyarakat, peningkatan kapasitas kader, dan penguatan komunikasi politik. Tanpa langkah tersebut, target elektoral berisiko berhenti sebagai ambisi organisasi.

Konsolidasi di Morowali Utara, Safri Ingatkan Kader agar Mengutamakan Kepentingan Rakyat

Di tengah ambisi menambah kursi legislatif, Safri mengingatkan kader agar tidak menjadikan kemenangan pemilu sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan politik.

Ia meminta anggota DPRD dari PKB mendukung program pemerintah yang berpihak kepada rakyat. Pada saat yang sama, mereka harus konsisten menyuarakan aspirasi masyarakat dan membantu menyelesaikan persoalan publik.

  Dana Denda Satgas PKH Masuk Kas Negara, Safri Tuntut Keadilan untuk Sulteng

Safri menempatkan partai sebagai penghubung antara masyarakat dan pemerintah. Menurut dia, kader harus mampu menerjemahkan aspirasi warga menjadi dorongan kebijakan serta solusi yang relevan.

“PKB harus mampu berfungsi sebagai jembatan yang efektif antara masyarakat dan pemerintah dalam menyelesaikan berbagai persoalan,” ucapnya.

Ia kemudian mengingatkan kader agar tidak terjebak pada perhitungan jumlah kursi dan jabatan. Sebaliknya, keberhasilan politik juga harus terlihat dari persoalan warga yang berhasil mereka bantu selesaikan.

“Jangan sampai kita sibuk menghitung berapa kursi yang ingin diraih, tetapi lupa menghitung berapa persoalan masyarakat yang sudah kita bantu selesaikan,” tegasnya.

Pesan tersebut menegaskan bahwa target elektoral dan pelayanan publik harus berjalan beriringan. Sebab, kepercayaan masyarakat tidak hanya tumbuh melalui janji politik, tetapi juga melalui konsistensi kerja kader.

Pada akhir sambutannya, Safri mengucapkan selamat kepada Ketua DPC PKB Morowali Utara beserta seluruh pengurus yang mengemban amanah periode 2026–2031.

Ia meminta jajaran baru menjawab kepercayaan pimpinan partai melalui disiplin, loyalitas, dan prestasi organisasi.

“Amanah yang diberikan oleh Ketua Umum DPP PKB, Gus Muhaimin Iskandar, harus kita jawab dengan kerja nyata, loyalitas, kedisiplinan, dan prestasi organisasi. Selamat mengemban amanah perjuangan,” tutupnya.

Dengan demikian, konsolidasi di Morowali Utara menjadi bagian dari upaya PKB Sulteng menyiapkan organisasi menghadapi Pemilu 2029. Namun, pencapaian target kursi DPR RI akan bergantung pada kemampuan kader menjaga soliditas, memperluas dukungan, dan membuktikan keberpihakan kepada masyarakat.