Minggu, 26 Juli 2026

Anwar Hafid Bangun Jembatan Gantung Masungkang dari Dana Pribadi

Anwar Hafid Bangun Jembatan Gantung Masungkang dari Dana Pribadi
Sejumlah warga Desa Masungkang, Kecamatan Batui Selatan, bergandengan tangan saat menyeberangi sungai. Foto: Kolase

Banggai, Teraskabar.id – Kepedulian Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., kembali diwujudkan melalui aksi nyata. Anwar Hafid bangun jembatan gantung dari dana pribadi di Desa Masungkang, Kecamatan Batui Selatan, Kabupaten Banggai, sebagai respon kepedulian atas keluhan warga desa setempat yang selama bertahun-tahun harus mempertaruhkan nyawa saat menyeberangi sungai.

Anwar Hafid memutuskan untuk membangun infrastruktur vital bagi warga setempat menggunakan dana pribadi, setelah menyaksikan langsung betapa mirisnya kondisi warga, terutama anak anak sekolah yang setiap hari harus menyeberangi sungai. Bagi Anwar Hafid, keselamatan masyarakat tidak boleh menunggu panjangnya proses birokrasi.

Sebagai bukti keseriusan, pembangunan jembatan kini mulai memasuki tahap awal. Pada hari ini, Kamis (24/7/2026),  tim teknis telah turun langsung ke lokasi untuk melakukan pengukuran sebagai dasar penyusunan spesifikasi dan perencanaan konstruksi.

Tri Harsono Sibay yang dipercaya Gubernur Anwar Hafid mengawal pembangunan jembatan, mengatakan proses pengukuran dan perhitungan teknis diperkirakan berlangsung sekitar satu pekan. Setelah seluruh tahapan tersebut rampung, pekerjaan konstruksi akan segera dimulai.

“Pengukuran dilakukan terlebih dahulu untuk memastikan spesifikasi teknis jembatan. Jika semua berjalan sesuai rencana, paling cepat dalam waktu satu minggu pekerjaan sudah bisa dieksekusi,” ujar Tri.

Kondisi Fiskal, Anwar Hafid Bangun Jembatan Gantung dari Dana Pribadi

Menurut Tri, keputusan Gubernur Anwar Hafid membiayai pembangunan melalui dana pribadi didasari kondisi APBD Provinsi Sulawesi Tengah yang saat ini masih terdampak kebijakan efisiensi. Jika menunggu mekanisme penganggaran pemerintah, pembangunan diperkirakan membutuhkan waktu lebih lama, sementara masyarakat setiap hari masih harus menghadapi risiko saat menyeberangi sungai.

Karena itu, Anwar Hafid memilih bertindak cepat. Baginya, yang paling penting adalah menghadirkan solusi agar warga tidak lagi hidup dalam kecemasan, terutama para pelajar yang harus mempertaruhkan keselamatan demi menuntut ilmu.

  Wujudkan Pembangunan Berkeadilan, Pemkot Palu Menggodok Indeks Ketimpangan Wilayah

“Tidak ada waktu lagi untuk saling menyalahkan. Yang terpenting saat ini adalah bagaimana ada yang peduli terhadap rakyatnya dan segera menghadirkan solusi atas persoalan yang mereka hadapi.” Semangat itulah yang menjadi landasan Gubernur Anwar Hafid mempercepat pembangunan jembatan gantung tersebut.

Tri juga mengajak masyarakat untuk ikut bergotong royong menyukseskan pembangunan jembatan.

“Insyaallah tidak ada hambatan dalam pembangunan jembatan ini. Bagi masyarakat yang ingin membantu sebagai relawan, mari bersama-sama bergotong royong membangun jembatan untuk saudara-saudara kita di Desa Mansungkang. Semoga jembatan ini dapat segera dimanfaatkan dan memberikan rasa aman bagi seluruh warga,” katanya.

Pembangunan jembatan gantung ini diharapkan menjadi jawaban atas persoalan akses yang selama ini membayangi kehidupan warga Desa Mansungkang. Lebih dari sekadar infrastruktur, jembatan tersebut menjadi simbol kepedulian dan keberpihakan terhadap keselamatan masyarakat.

Melalui langkah cepat ini, Gubernur Anwar Hafid menegaskan bahwa kehadiran pemerintah bukan hanya diukur dari kebijakan yang dibuat, tetapi juga dari keberanian mengambil tindakan nyata ketika keselamatan dan kepentingan rakyat menjadi taruhannya. (red)