Palu, Teraskabar.id– Jumlah penduduk miskin di wilayah perkotaan pada September 2022 mengalami peningkatan sebanyak 2.670 orang dari 90.260 orang pada Maret 2022 menjadi 92.930 ribu orang pada September 2022.
Dengan demikian dari sisi persentase, angka kemiskinan di wilayah perkotaan Sulteng juga meningkat sebesar 0,1 persen dari 9,03 persen pada Maret 2022 menjadi 9,13 persen pada periode September 2022.
Baca juga : Penduduk Miskin di Sulteng Bertambah Ribuan Jiwa
Namun secara umum, angka kemiskinan di Provinsi Sulteng mengalami penurunan 0,03 persen di periode September 2022 dibanding periode Maret 2022. Mengacu pada laporan BPS Sulteng, angka kemiskinan di Provinsi Sulteng pada Maret 2022 mencapai 12,33 persen, sedangkan di periode September 2022 mencapai 12, 30 persen.

“Kemiskinan di Sulteng mengalami penurunan 0,03 persen pada periode September 2022, justru di wilayah perkotaan meningkat dari 9,03% pada Maret 2022 menjadi 9,13% pada September 2022,” kata Asisten Perekonomian dan Pembangunan Dr. Rudi Dewanto pada Rapat Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) se Sulteng pada Kamis (23/2/2023) di Bappeda Sulteng.
Rapat yang hanya dihadiri para wakil kepala daerah, yaitu Wakil Wali Kota Palu Reny Lamadjido, Wakil Bupati Donggala Moh Yasin, Wakil Bupati Poso Yasin Mangun serta Wakil Bupati Tolitoli Moh Besar Bantilan tersebut, terungkap bahwa pemicu kenaikan angka kemiskinan di wilayah perkotaan Sulteng karena pengaruh kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
“Terungkap bahwa faktor kenaikan BBM pada periode tadi jadi pemicunya,” kata Rudy Dewanto mewakili Gubernur Sulteng.






