Sabtu, 25 April 2026

Empat Desa Blankspot di Parimo Sasaran Program BERANI Berdering 2026

Empat Desa Blankspot di Parimo Sasaran Program BERANI Berdering 2026

Palu, Teraskabar.id – Empat desa di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) yang tergolong wilayah blankspot atau wilayah tak terjangkau sinya telekomunikasi kini jadi sasaran Program BERANI Berdering 2026. Keempat desa tersebut adalah Desa Matolele, Kayu Jati, Lobu Mandiri, dan Bolano Utara masuk program penghapusan wilayah blankspot melalui Program BERANI Berdering 2026 yang diluncurkan pada Senin (13/4/2026), di kantor gubernur Sulawesi Tengah.

Peluncuran untuk memperkuat konektivitas digital hingga ke pelosok desa tersebut juga dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-62 Provinsi Sulawesi Tengah.

Tak sekadar seremoni, kegiatan ini turut diisi dengan penyerahan petunjuk teknis kepada desa-desa penerima manfaat yang tersebar di sejumlah kabupaten, termasuk Kabupaten Parigi Moutong, Donggala, dan Sigi.

Kehadiran program ini diharapkan mampu menjawab persoalan keterbatasan jaringan komunikasi yang selama ini dihadapi masyarakat.

Empat Desa Blankspot di Parimo Telah Lama Nantikan Bantuan Pemerintah

Kepala Desa Persatuan Utara Kecamatan Ongka Malino, Andi Rusdiyanto, mengungkapkan bahwa program ini telah lama dinantikan oleh masyarakat, khususnya di wilayah terpencil yang selama ini kesulitan mengakses jaringan internet maupun telepon.

“Sudah sekian lama kami mengharapkan adanya bantuan internet dari pemerintah. Alhamdulillah, tepat di HUT ke-62 Provinsi Sulawesi Tengah ini, Program Berani Berdering akhirnya diluncurkan dan kami diundang untuk mengikuti launching-nya,” ungkapnya.

Ia menuturkan, selama ini masyarakat di desanya mengalami kesulitan dalam mendapatkan jaringan komunikasi, baik untuk kebutuhan pribadi maupun pelayanan pemerintahan.

“Selama ini kami memang sangat susah mendapatkan jaringan, baik internet maupun telepon biasa. Padahal sekarang pelayanan pemerintahan sudah banyak dilakukan secara online, sehingga keberadaan jaringan ini sangat penting,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah atas perhatian terhadap desa-desa terpencil.

  Gubernur Sulteng Tantang Bupati Erwin Jadikan Parimo Lumbung Durian Dunia

“Ini sangat kami butuhkan, baik bagi masyarakat maupun pemerintah desa. Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Gubernur atas bantuan yang diberikan,” ujarnya.

Menunggu Juknis Pemprov Sulteng

Terkait pelaksanaan teknis program, ia menyebutkan bahwa pemerintah desa masih menunggu petunjuk lebih lanjut dari pihak provinsi. Namun demikian, dukungan anggaran telah mulai disiapkan melalui APBDes sesuai dengan perencanaan yang ada.

“Untuk teknis pelaksanaan kami masih menunggu arahan dari provinsi. Tapi secara anggaran sudah kami masukkan sesuai rencana,” jelasnya.

Ia juga menilai bahwa kehadiran jaringan internet akan berdampak besar terhadap peningkatan ekonomi masyarakat desa, terutama dalam membuka akses informasi dan peluang usaha.

“Sangat berpengaruh terhadap peningkatan ekonomi masyarakat,” tegasnya.

Ke depan, ia berharap cakupan jaringan dapat diperluas hingga menjangkau seluruh dusun di wilayah desa, tidak hanya terpusat di area perkantoran.

“Harapan kami jaringan ini terus ditingkatkan, sehingga bisa menjangkau seluruh dusun. Dengan begitu, komunikasi dan perekonomian masyarakat bisa semakin berkembang,” pungkasnya.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pemerataan akses teknologi sebagai fondasi pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Program BERANI Berdering 2026 pun menjadi simbol kuat bahwa Sulawesi Tengah tengah bergerak menuju daerah yang terkoneksi tanpa batas, memastikan tidak ada lagi desa yang tertinggal di era digital. (red)