Senin, 8 Juni 2026

Forbes Morowali Menyatakan Sikap Tolak Dua Saudara Nikelindo

Forbes Morowali Menyatakan Sikap Tolak Dua Saudara Nikelindo
Abd. Jamil, Ketua Forbes Morowali menyatakan sikap menolak PT Dua Saudara Nikelindo. Foto: Ghaff.

Morowali, Teraskabar.id– Forbes Morowali menyatakan sikap tegas menolak keberadaan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) milik PT Dua Saudara Nikelindo di Kabupaten Morowali. Forum masyarakat ini menilai izin operasi produksi seluas 1.535 hektar yang mencakup Kecamatan Bungku Barat dan Bungku Tengah akan menimbulkan ancaman lingkungan dan sosial.

Sejak awal, Forbes Morowali menyatakan sikap karena wilayah konsesi perusahaan tersebut bersinggungan langsung dengan Sungai Bahomante. Aktivitas tambang dikhawatirkan mencemari air sungai, memicu erosi, hingga meningkatkan risiko banjir dan longsor. Selain itu, pembukaan lahan skala besar berpotensi menghilangkan tutupan hutan yang selama ini menjadi penyangga ekosistem.

Menurut Forbes, hingga kini tidak ada satu pun desa di Morowali yang benar-benar merasakan manfaat kehadiran perusahaan tambang. Janji-janji kesejahteraan yang disampaikan perusahaan dianggap tidak pernah terwujud. Sebaliknya, masyarakat menghadapi kerusakan lingkungan dan berbagai masalah sosial.

Dari sisi sosial dan ekonomi, Forbes juga menyoroti potensi konflik lahan, minimnya kesempatan kerja bagi masyarakat lokal, hingga ancaman kesehatan akibat polusi debu dan limbah tambang. Mereka menegaskan bahwa jika izin PT Dua Saudara Nikelindo tetap berjalan hingga 2030, yang akan tersisa hanyalah kerusakan lahan tanpa jaminan keberlanjutan ekonomi.

“Forbes Morowali menyatakan sikap untuk menolak aktivitas pertambangan di Bungku Tengah. Wilayah ini adalah pusat kehidupan masyarakat dan penyangga ekosistem yang harus dilindungi,” tegas Ketua Umum Forbes Morowali, Abd. Jamil, Kamis (2/10/2025).

Melalui pernyataan tersebut, Forbes Morowali menyatakan sikap mendesak Pemerintah Kabupaten Morowali agar tidak memberi ruang bagi perusahaan yang dianggap membawa kerugian bagi rakyat. Mereka juga meminta Pemerintah meninjau ulang bahkan membatalkan izin operasi PT Dua Saudara Nikelindo.

Abd. Jamil menegaskan bahwa Forbes Morowali bersikap tidak hanya untuk kepentingan saat ini, tetapi juga untuk masa depan. “Kami akan terus mengawal kepentingan rakyat dan menolak segala bentuk eksploitasi tambang yang tidak berpihak kepada masyarakat dan lingkungan,” pungkasnya.

  Polda Sulteng Memperpanjang Operasi Madago Raya, 242 Personel Disebar di Tiga Daerah

Sikap tegas Forbes Morowali menjadi pesan penting bagi pemerintah dan pelaku usaha untuk lebih bijak dalam mengelola sumber daya alam dengan mengutamakan kesejahteraan rakyat dan kelestarian lingkungan. (Ghaff/Teraskabar).