Palu, Teraskabar.id – Harga berbagai komoditas mengalami kenaikan pada Mei 2026 di Sulawesi Tengah (Sulteng), tergambar dari Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 109,86 menjadi 112,90. Kondisi tersebut menyebabkan Sulteng inflasi sebesar 2,77 persen secara tahunan (y-on-y) pada Mei 2026. Tingkat inflasi m-to-m sebesar 0,27 persen dan tingkat inflasi y-to-d sebesar 1,98 persen.
Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks sejumlah kelompok pengeluaran. Kenaikan harga tertinggi terjadi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 11,91 persen; disusul kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 3,28 persen; kelompok pendidikan sebesar 2,91 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,29 persen; serta kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 2,22 persen;
“Kenaikan harga pada kelompok pengeluaran lainnya di bawah 2 persen di antaranya, kelompok kesehatan sebesar 1,86 persen; kelompok transportasi sebesar 1,98 persen; dan kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,49 persen,” kata Henry Simanjuntak, Statistisi Ahli Madya BPS Sulawesi Tengah mewakili Kepala BPS Sulteng pada penyampaian rilis berita resmi BPS , Selasa (2/6/2026).
Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi y-on-y pada Mei 2026 kata Henry, antara lain: emas perhiasan, beras, angkutan udara, bahan bakar rumah tangga, tomat, minyak goreng, bawang merah, ikan cakalang, akademi/perguruan tinggi, nasi dengan lauk.
Selanjutnya, Sigaret Kretek Mesin (SKM), sewa rumah, air kemasan, bayam, hand body lotion, kue basah, kangkung, sepeda motor, telur ayam ras, dan ikan malalugis/ikan sorihi.
Sedangkan komoditas yang dominan memberikan andil deflasi y-on-y pada Mei 2026, antara lain: cabai rawit, bawang putih, cabai merah, ikan teri, baju muslim wanita, ikan selar, pembersih lantai, dan ikan deho.
Sementara komoditas yang dominan memberikan andil inflasi m-to-m pada Mei 2026, antara lain: angkutan udara, bahan bakar rumah tangga, minyak goreng, cabai merah, beras, mie kering instant, sawi hijau, ikan lajang, pasta gigi, emas perhiasan, Sigaret Kretek Mesin (SKM), tomat, ikan ekor kuning, martabak, dan solar.
Sedangkan komoditas yang memberikan andil deflasi m-to-m, antara lain: cabai rawit, telur ayam ras, daging ayam ras, ikan selar, ikan kembung, bawang merah, ikan teri, dan ayam hidup.
Pada Mei 2026, kelompok pengeluaran yang memberikan sumbangan inflasi y-on-y, yaitu: kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 1,05 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,23 persen; kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,02; kelompok kesehatan sebesar 0,04 persen; kelompok transportasi 0,24 persen; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,02 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,04 persen; kelompok pendidikan sebesar 0,09 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/ restoran sebesar 0,18 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,89 persen.
Sementara kelompok pengeluaran yang memberikan andil/sumbangan deflasi y-on-y, yaitu: kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,03 persen. (red)






