Palu, Teraskabar.id – Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kabupaten Morowali Utara (Morut), Sulawesi Tengah, menganggarkan Belanja Internet/TV Berlangganan/Kawat/Faksimili pada tahun anggaran 2026 nyaris mencapai Rp2 Miliar, atau lengkapnya Rp1.917.000.000.
Total anggaran ini tercantum dalam dua paket belanja yang sama, yaitu Belanja Kawat/Faksimili/Internet/TV Berlangganan pada Diskominfo Morowali Utara dengan kode RUP berbeda.
Rinciannya, Paket Belanja Kawat/Faksimili/Internet/TV Berlangganan dengan nomor ID 63474200 pada Dinas Komunikasi dan Informasi Daerah Morowali Utara tahun anggaran 2026 tercantum PAGU Rp1.617.600.000. Paket belanja ini terbagi atas dua, yaitu Rp1.500.000.000 untuk MAK 2.16.03.2.02.0036.5.1.02.02.001.00063.8.1.02.02.01.0063.00012, dan Rp117.600.000 untuk MAK 2.16.03.2.02.0036.5.1.02.02.001.00063.8.1.02.02.01.0063.00047. Alokasi anggaran ini untuk satu paket pengadaan Jaringan Internet Starlink; Belanja Penyewaan Bandwith 300 Mbps. Jadwal pelaksanaan kontrak untuk paket senilai Rp1,617 Miliar ini dimulai pada Januari 2026 dan berakhir pada Desember 2026, dengan metode pemilihan melalui E-Purchasing.
Pada item selanjutnya, juga tertera nama paket yang sama, Belanja Kawat/Faksimili/Internet/TV Berlangganan pada Diskominfo dengan nomor ID 63473818 tahun anggaran 2026 dengan PAGU Rp300.000.000. Alokasi anggaran ini untuk pekerjaan Hosting dan Pengembangan Website melalui metode pemilihan E-Purcahasing. Pemanfaatan barang/jasa mulai Januari 2026 dan jadwal pelaksanaan kontrak akhir 2026, serta pemanfaatan barang/jasa mulai Desember 2026.
Diskominfo Morowali Utara Anggarkan Dua Paket Berbeda
Kepala Dinas Kominfo Morowali Utara, Herry Pinontoan dikonfirmasi melalui WhatsApp, Selasa (2/6/2026), mengenai dua paket pengadaan dengan nama yang sama untuk tahun anggaran 2026, menjelaskan bahwa kedua paket pekerjaan tersebut memiliki nama yang berbeda.
“Item belanja beda pak, yang Rp1,5 Miliar untuk pengadaan bandwith, kalau yang Rp300 Juta itu sudah direvisi Namanya jadi belanja portal terintegrasi,” tulisnya.
Khusus untuk belanja pegadaan bandwith lanjutnya, merupakan belanja rutin dan sudah berlangsung beberapa tahun sebelumnya. “Ini belanja rutin sudah bertahun tahun. Bukan hanya tahun ini (2026),” ujarnya. (red)






