Gaza, Teraskabar.id – Tentara pendudukan Israel terus melancarkan genosida dengan cara mengebom beberapa wilayah di Gaza pada hari ke-196 perangnya di Jalur Gaza, Palestina. Sementara Amerika Serikat menggunakan hak vetonya kemarin di Dewan Keamanan PBB untuk mencegah dikeluarkannya resolusi. Hal ini akan membuka pintu bagi pemberian keanggotaan penuh Negara Palestina di PBB.
Kementerian Kesehatan Palestina menyatakan bahwa lebih dari 730.000 warga Palestina di Gaza dan wilayah utara menderita karena kurangnya layanan kesehatan yang nyata, dan menuduh pendudukan Israel sengaja menghancurkan sistem kesehatan di Jalur Gaza.
Sementara sekitar 30 orang syahid ditemukan di dua kuburan di halaman Kompleks Medis Al-Shifa, termasuk jenazah wanita dan lansia, namun belum diketahui nasib sekitar seribu orang yang berada di dalam kompleks tersebut.
Baca juga: Di Hadapan Mata Dunia, Genosida Kembali Terjadi di Rumah Sakit Al-Shifa Gaza
Dalam konteks ini, Gedung Putih mengumumkan pertemuan Amerika-Israel untuk membahas kemungkinan penyerbuan kota Rafah, selatan Jalur Gaza. Pertemuan tersebut menyajikan kesepakatan antara pihak Amerika dan Israel mengenai “tujuan bersama untuk mengalahkan Hamas Rafah,” dan Israel juga setuju untuk mempertimbangkan kekhawatiran Amerika mengenai Rafah dan melakukan diskusi tambahan. (teraskabar)







