Saat berkunjung, orang nomor satu di Korps Bhayangkara Sulsel ini membawa rombongan beberapa pejabat utama di Polda Sulsel, Polres Luwu Timur dan Polsek setempat, beserta para Bhayangkari–sebutan untuk para istri polisi. Rombongan didampingi CEO PT Vale Indonesia Tbk Febriany Eddy dan Vice President Director, Adriansyah Chaniago serta beberapa pimpinan.
Baca juga : ICCEF 2022, PT Vale Kampanyekan Komitmen Menekan Emisi Karbon
CEO PT Vale Indonesia Tbk, Febriany Eddy menambahkan apa yang diungkapkan Kapolda Sulsel sejalan dengan misi perusahaan yakni mengubah sumber daya menjadi kemakmuran dan pembangunan yang berkelanjutan.
Febri menjelaskan, selama lebih dari setengah abad PT Vale beroperasi di Luwu Timur tanggung jawab utama menjaga kejernihan Danau Matano.
“Danau Matano ini tidak hanya spesial bagi PT Vale sendiri tapi untuk masyarakat Luwu Timur, bangsa dan dunia. Karena ada fauna endemik, yang hanya ada di Danau Matano, yaitu ikan butini. Jadi kalau kualitas air tidak terjaga, fauna endemik itu bisa punah. Makanya kita berkewajiban menjaga kualitas air,” ungkap Febri.
Baca juga : Vale dan Huayou Sepakat Sumber Listrik Tidak Gunakan Batubara di Proyek HPAL di Pomalaa
“Dan patut disyukuri bahwa Danau Matano ini adalah satu satu danau paling jernih di dunia. Jika bicara lingkungan, PT Vale berkomitmen penuh dan tidak main-main,” tambahnya.
Selain itu, Febriany mengungkapkan terima kasihnya kepada seluruh jajaran Forkopimda Luwu Timur dan Sulsel secara umum atas kerja kerasnya untuk menjaga keberlangsungan investasi dan operasi PT Vale, yang juga merupakan objek vital nasional.
Baca juga : Bila Gagal Tertibkan Peti Dongi-Dongi, BTNLL Minta Direktur GAKKUM Diganti






