Minggu, 3 Mei 2026
News  

Kementerian PUPR Gelar Lokakarya Jurnalisme Kebencanaan, Satgas: Ini Bisa Terbangun Sinergitas

Kementerian PUPR Gelar Lokakarya Jurnalisme Kebencanaan, Satgas: Ini Bisa Terbangun Sinergitas
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menggelar lokakarya jurnalisme kebencanaan, Jumat (26/52023), di Hotel Santika Kota Palu. Foto: Istimewa

Diskusi Panel

Kementerian PUPR Gelar Lokakarya Jurnalisme Kebencanaan, Satgas: Ini Bisa Terbangun Sinergitas
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menggelar lokakarya jurnalisme kebencanaan, Jumat (26/52023), di Hotel Santika Kota Palu. Foto: Istimewa

Diskusi Panel menghadirkan dua narasumber, yaitu Udin Salim dan Temu Sutrisno. Keduanya  menyampaikan materi yang lebih praktis berbasis pengalaman wartawan dalam meliput bencana, sehingga memancing dinamika forum lebih hangat.

Udin Salim menekankan pentingnya  pemulihan psikologis, tidak melukai perasaan korban, kontinuitas berita dan autentik.

“Media tidak boleh mencampuradukkan fakta dan opini serta tidak menghakimi,” ungkapnya bersemangat.

Sementara Temu Sutrisno menekankan bahwa jurnalisme kebencanaan lebiih menitikberatkan pentingnya informasi kemanusiaan yang imparsial, memenuhi hak-hak penyintas dan lebih dari itu, pers harus menjadi media sambung rasa.

Baca jugaBNNP Minta Pemprov Sulteng Fasilitasi Pembangunan Balai Rehabilitasi Narkotika

Yang menarik, Temu menekankan perlunya berpijak pada Jurnalisme Kemanusiaan dan Kebangsaan.

Lokakarya yang dihadiri oleh peserta yang terdiri dari unsur media lokal – nasional, cetak, elektronik dan online tersebut menyepakati empat poin kesimpulan.

Pertama, Media memiliki peran strategis sebagai duta masyarakat dan mitra pemerintah dalam memastikan pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi agar berjalan lancar dan sesuai dengan rencana.

Baca juga : Pabrik Es Terbangun di Desa Gonggong, Nelayan Banggai Laut Kini Tak Kesulitan Cari Es

Kedua,  Membangun relasi dan komunikasi antara instansi pemerintah dan pemangku kepentingan dengan pers untuk menginformasikan kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi di Sulawesi Tengah.

Ketiga, Mendokumentasikan proses, cerita, narasi, dan best practice dari penanganan bencana sejak tanggap darurat hingga fase rekonstruksi dan rehabilitasi pascabencana di Sulawesi Tengah.

Keempat,  Keberlanjutan, yaitu membentuk forum diskusi ramah tamah, lomba jurnalisme, lokakarya, dan lain sebagainya dalam rangka membangun kemitraan media dan pemerintah. (teraskabar)

  Satgas Madago Raya Ledakkan Bom Rakitan Milik Ahmad Panjang