” Sebenarnya itu kebijakan dari BPP KKSS mengingat Sulteng dilanda bencana tahun 2018 sehingga untuk perpanjangan kepengurusan masih diberikan kebijakan sampai akhir 2020. Bahkan sudah sampai tiga kali perpanjangan sejak masa bakti berakhir 2020 lalu,” ungkap Andi Ridwan.
Adapun poin-poin kesimpulan hasil diskusi konsolidasi ini kata Andi Ridwan, pertemuan – pertemuan dalam bentuk diskusi dan silaturrahim akan terus diintensifkan hingga terlaksananya musyawarah wilayah KKSS Sulteng.
Poin lainnya, adalah kembali mengaktifkan kepengurusan KKSS di Sulteng melalui pembentukan forum warga Sulsel, untuk mendorong percepatan musyawarah wilayah ( Muswil) KKSS Sulteng.
.”Kita mencari solusi jalan buntu KKSS yang selama delapan tahun terkesan vakum. Bahkan mestinya sudah dilakukan Muswil sejak 2020,” kata Andi Ridwan Adam selaku sekertaris panitia konsolidasi yang juga sebagai pengurus harian di KKSS usai kegiatan diskusi.
Dari pantaun sekitar 50an tokoh-tokoh Sulsel yang berdomisili di Sulteng hadir dalam acara diskusi konsolidasi KKSS Sulteng dari berbagai pilar dan DPC se Sulteng. (teraskabar)







