Aceh, Teraskabar.id – Pemerintah dan masyarakat Luwu Timur bangun masjid di wilayah terdampak banjir Kabupaten Aceh Tamiang sebagai bentuk solidaritas nyata. Pemerintah daerah bersama masyarakat menghadirkan rumah ibadah permanen bagi warga. Karena itu, langkah ini langsung menjawab kebutuhan spiritual masyarakat pascabencana.
Selain itu, pembangunan masjid dilakukan di dua titik berbeda agar manfaatnya tersebar merata. Pemerintah ingin memastikan warga di desa terdampak memperoleh fasilitas ibadah yang layak. Dengan demikian, proses pemulihan sosial berjalan lebih cepat dan terarah.
Masjid pertama berdiri di Desa Alur Jambu, Kecamatan Bandar Pusaka. Sementara itu, masjid kedua berdiri di Dusun Makmur, Desa Seumentoh, Kecamatan Karang Baru. Kedua desa tersebut mengalami dampak banjir cukup serius, sehingga pemerintah memprioritaskan pembangunan di lokasi tersebut.
Luwu Timur Bangun Masjid Rampung Kurang dari Dua Bulan
Pembangunan diawali dengan peletakan batu pertama pada 4 Januari 2026. Bupati Luwu Timur , Irwan Bachri Syam memimpin langsung prosesi tersebut. Setelah itu, tim pelaksana segera mempercepat konstruksi secara terukur dan terencana.
Hasilnya, pembangunan selesai dalam waktu kurang dari dua bulan. Bahkan, warga langsung melaksanakan salat tarawih pada malam pertama Ramadhan di masjid baru tersebut. Oleh sebab itu, manfaat pembangunan terasa tepat waktu.
Penggiat sosial Muhlis Katili, diberikan amanah oleh Bupati Luwu Timur untuk mengawal proyek tersebut sejak awal hingga selesai. Irwan Bachri Syam memberikan amanah kepada motivator kondang ini untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana.
“Kami bekerja siang dan malam agar masjid ini selesai sesuai target. Kami ingin masyarakat segera bisa beribadah dengan nyaman, terutama saat Ramadhan,” tegas Muhlis, Rabu (25/2/2026).
Ia juga menambahkan, bahwa pembangunan masjid tersebut membuktikan kebersamaan mampu mempercepat pembangunan. Solidaritas ini menjadi kekuatan utama sehingga proyek rampung kurang dari dua bulan.
Lebih jauh lagi, Luwu Timur bangun masjid bukan sekadar proyek pembangunan fisik. Pemerintah Luwu Timur menunjukkan kepedulian nyata sekaligus mempererat hubungan antar daerah.
Akhirnya, Pemerintah dan masyarakat Luwu Timur bangun masjid untuk menghadirkan harapan baru bagi korban banjir. Kini, dua masjid itu berdiri kokoh dan menjadi simbol solidaritas, kebersamaan, serta semangat bangkit masyarakat Aceh Tamiang. (Ghaff/Teraskabar).






