Beberapa hal yang paling sering dijumpai dan menimbulkan kerugian di antaranya, mengupload hal yang berbau pornografi, mengumpat dengan kata-kata kasar, berjudi, memberikan informasi palsu (hoax), serta penipuan. Dan, yang paling sering dijumpai juga adalah adu domba antarmasyarakat pendukung mendekati pemilu, yang berujung keributan.
“Hal-hal itu terjadi karena pengguna media sosial tidak cerdas, makanya harus dikasih cerdas,” ujar Hasim.
Baca juga : Gubernur Sulteng Minta Ditindak Oknum Guru SMAN 2 Poso Boxing Siswanya
Pada kesempatan yang sama, Kepala Sekolah SMA Negeri 9 Sigi yang diwakili oleh Herlina selaku guru mata pelajaran Bahasa Indonesia mengucapkan terima kasih dan sangat mengapresiasi kehadiran DKIPS Provinsi Sulawesi Tengah yang telah menyelenggarakan kegiatan ini. Sehingga, adik-adik SMA Negeri 9 Sigi mengetahui bagaimana cara bermedia sosial dengan baik sekaligus memahami bagaimana itu berita hoaks.
“Barangkali bukan hanya seperti saat ini, kalau boleh diprogramkan di sekolah-sekolah setiap tahunnya agar adik-adik siswa siswi dapat cerdas dalam bermedia sosial,” pinta Herlina.
Baca juga : Tujuh Anggota DPRD Buol Sambangi Kantor KONI Sulteng, Ada Apa?
Sementara itu, Haikal selaku ketua OSIS SMA Negeri 9 Sigi mengakui kegiatan ini sangat bermanfaat bagi dirinya dan rekan-rekannya. Ia dapat mengetahui bagaimana ciri-ciri berita hoaks dan mengerti bahwa setiap berita yang ada harus dicek terlebih dahulu kebenarannya sebelum disebarluaskan.
“Dalam penggunaan media sosial saya belum terlalu mengetahui tentang berita hoaks. Jadi, dengan adanya pelatihan ini saya bisa tau kalau berita itu bisa dicek dulu tidak boleh langsung dipercaya begitu saja,” ucap Haikal. (biro adpim)






