Selasa, 16 Juni 2026
Ekbis, Home  

Poso Ekspor Perdana Kakao Fermentasi ke Perancis Difasilitasi OJK Sulteng

Poso Ekspor Perdana Kakao Fermentasi ke Perancis Difasilitasi OJK Sulteng
Wakil Bupati Poso, Bapak H. Soeharto Kandar, bersama Kepala OJK Provinsi Sulawesi Tengah, Bapak Bonny Hardi Putra mendampingi perwakilan Rainforest Alliance. Foto: Humas OJK

Poso, Teraskabar.id – Otoritas Jasa keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) bersama Pemerintah Kabupaten Poso, memberikan dukungan dan fasilitasi peresmian 2 Ton Biji Kakao Fermentasi kualitas premium yang berhasil dilepas dalam ekspor perdana menuju pasar dunia kepada Perusahaan Valrhona Chocolate, Perancis.

Ekspor strategis ini yang digerakkan oleh Koperasi Karya Bersama dan Rainforest Alliance di Desa Pendolo, Kecamatan Pamona Selatan, Kabupaten Poso, bukan hanya sekadar transaksi perdagangan, melainkan wujud nyata keberhasilan Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) dan komitmen inklusi keuangan serta upaya meningkatkan literasi keuangan bagi petani melalui kegiatan Edukasi Keuangan yang juga dilaksanakan secara bersamaan.

Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk implementasi program kerja Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Poso, yang berfokus pada pengembangan potensi ekonomi lokal berbasis komoditas unggulan daerah.

Pelaksanaan kegiatan ini juga sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK), yang menegaskan peran OJK dalam menjaga stabilitas sektor jasa keuangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara inklusif dan berkelanjutan.

Kepala OJK Sulteng, Bonny Hardi Putra, menegaskan bahwa capaian ini adalah bukti konkret bahwa sinergi multipihak mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, sejalan dengan amanat UU P2SK. “Hari ini, kita membuktikan bahwa biji kakao Poso memiliki nilai kualitas global.

Lebih dari itu, kami memastikan momentum ini menjadi katalis bagi kemandirian finansial petani. Kolaborasi antara regulator, pemerintah daerah, Lembaha Jasa Keuangan, dan Koperasi adalah model yang harus direplikasi.”

Acara tersebut dihadiri dan dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Poso, Bapak H. Soeharto Kandar, bersama Kepala OJK Provinsi Sulawesi Tengah, Bapak Bonny Hardi Putra. Turut hadir sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan, antara lain:

• Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Poso, Bapak Mustafa Tofan;

  Jika Kembali Diberi Amanah Pimpin Kota Palu, Hidayat Akan Lebih Memperhatikan Pelaku UMKM

• Kepala Bidang Produksi dan Perlindungan Tanaman Perkebunan Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tengah, Bapak Dr. Ir. Simpra Ulit Tajang, M.Si;

• Kepala Bidang Koperasi dan UMKM Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan

Kabupaten Poso, Bapak Hasan Basri, S.Sos., MM;

• Traving Landscape Lead Rainforest Indonesia, Bapak Hasrun Hafid;

• Representative Valrhona Chocolate France, Miss Sancie Castan;

• Perwakilan PT Adore Rempah Indonesia, Ibu Meganda Puteri Saradiba;

• Ketua Koperasi Karya Bersama, Bapak Bernard Ranonto;

• Manajer Bisnis Mikro PT BRI Cabang Poso, Bapak Rido M. Kumeang;

serta jajaran Forkompimca dan ratusan petani anggota koperasi.

Akses Keuangan Petani Diperkuat

Mendukung keberlanjutan ekspor, rangkaian acara diawali dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Koperasi Karya Bersama dan Bank BRI Cabang Poso. Kolaborasi ini akan membuka akses pembiayaan produktif yang lebih mudah bagi petani, memperkuat rantai pasok, dan menjaga kualitas hasil panen.

Wakil Bupati Poso, Bapak H. Soeharto Kandar, yang hadir meresmikan pelepasan ekspor, menyampaikan apresiasi.

“Keberhasilan ini adalah hasil kerja keras para petani dan dukungan dari OJK serta mitra global. Poso siap menjadi sentra kakao unggulan yang tidak hanya produktif, tapi juga maju dalam literasi keuangan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Koperasi Karya Bersama, Bernard Ranonto, mengungkapkan kebanggaannya. “Kami bangga karena biji kakao hasil fermentasi petani Poso kini bisa dikenal dunia. Ini adalah hasil dukungan yang intensif dan bukti bahwa kualitas lokal mampu bersaing global,” tuturnya.

Acara pelepasan ekspor dilanjutkan dengan kunjungan langsung ke rumah fermentasi dan kebun kakao, serta diakhiri dengan Edukasi Keuangan bagi 300 petani. Edukasi ini fokus pada manajemen keuangan usaha, pentingnya akses ke layanan perbankan formal, dan literasi keuangan digital, memastikan keuntungan dari ekspor berimbas langsung pada kesejahteraan keluarga petani.

  Konser Iwan Fals di Poso Melibatkan Tim Penjinak Bom Satbrimob

Ekspor perdana 2 ton biji kakao fermentasi ini menjadi tonggak awal bagi pengembangan kakao berkelanjutan di Sulawesi Tengah yang didukung kuat OJK Sulteng, memperkuat komitmen daerah untuk mencapai visi “Sulteng Nambaso” – Sulawesi Tengah yang besar, berdaya saing, dan sejahtera. (red/teraskabar)