Sabtu, 2 Mei 2026
Daerah  

PT Vale Edukasi Petani Morowali: Manfaat Tanaman Herbal dan Sayur Organik

PT Vale Edukasi Petani Morowali: Manfaat Tanaman Herbal dan Sayur Organik
Ahli Herbal Medik, dr. Rianti Maharani edukasi petani di Desa Kolono pada Kamis (15/6/2023), manfaat herbal. Foto: Humas Media PT Vale

Morowali, Teraskabar.idPT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) Indonesia Growth Project  (IGP) Morowali edukasi petani melalui Sosialisasi Pelatihan Tanaman Obat dan Sayur Organik.

Kegiatan ini dilakukan di tiga desa yang berbeda. Sosialisasi di Desa Kolono dan Desa Onepute Jaya pada Kamis (15/6/2023), dan Desa Lele pada Jumat (16/6/2023).

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pertanian Sehat Ramah Lingkungan Berkelanjutan (PRSLB) PT Vale.

Baca jugaProgram UKBM Herbal Ajak Masyarakat Hidup Sehat Tanpa Bahan Kimia

Dalam kegiatan ini, PT Vale menghadirkan pemateri dari Ahli Herbal Medik, dr. Rianti Maharani, dan Ahli Tanaman Organik, Alik Sutaryat. Sementara itu, jumlah peserta yang hadir adalah 126 petani. Para petani ini berasal dari 13 desa yang tergabung dalam program IGP Morowali, yaitu Desa Kolono, Desa Onepute Jaya, Desa Ululere, Desa Nambo, Desa Lele, Desa Bahomatefe, Desa Geresa, Desa Dampala, Desa Siumbatu, Desa Lahuafu, Desa Laroue, Desa Unsongi, dan Desa Bahomoahi.

PT Vale Edukasi Pengetahuan Berkelanjutan

PT Vale Edukasi Petani Morowali: Manfaat Tanaman Herbal dan Sayur Organik
Sosialisasi bahaya penggunaan bahan kimia bagi tanaman yang digelar PT Vale. Foto: Humas PT Vale

Direktur Proyek IGP Morowali, Topan Prasetyo mengatakan bahwa PT Vale ingin memfasilitasi dan memberikan pengetahuan yang berkelanjutan bagi masyarakat, khususnya para petani di daerah binaan IGP Morowali.

Oleh karena itu, program ini tidak hanya berfokus pada sosialisasi dan pelatihan, tetapi juga menyediakan pendampingan rutin bagi para petani.

Baca jugaPT Vale Gandeng Puskesmas dan Komunitas Lokal Gencarkan Literasi Tanaman Herbal

“Kami mengucapkan terima kasih atas antusiasme Bapak dan Ibu sekalian dalam mengikuti sosialisasi ini. Kami berharap Bapak dan Ibu sekalian tetap semangat. Setelah ini, kita akan belajar langsung dengan para ahli tanaman herbal dan sayur organik melalui pelatihan dan pendampingan,” katanya.

  Warga Palu Ini Nekat Jadi Kurir Sabu ke Morowali, Diringkus Bersama Dua Rekannya

Topan Prasetyo berharap bahwa setelah mengikuti program ini, para petani dapat mandiri dalam mengolah tanaman herbal dan sayur organik serta dapat meningkatkan pendapatan mereka.

Baca jugaPojok Jamu Panti Sehat Kini Hadir di Sorowako, Lutim

“Semoga ilmu dan pendampingan yang kami berikan dapat membantu para petani menciptakan peluang usaha dan sumber pendapatan yang lebih baik,” tuturnya.