Endra Kusuma juga menyatakan bahwa upaya masyarakat setelah penambangan untuk mandiri terus didorong agar mereka dapat menciptakan inovasi dan lapangan kerja sendiri.
“Dan tentu saja hal ini akan membangun kemandirian masyarakat pascatambang. Harapannya adalah dapat memicu potensi swasembada pakan ramah lingkungan, meningkatkan Pendapatan Asli Daerah, dan masyarakat dapat berkontribusi dalam mewariskan hal ini secara berkelanjutan,” tambah Endra.
Baca juga: DPRD Morut Sikapi Bantuan Mobil BUMdes yang Dikancing Kadishub
Dalam prosesnya, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendukung aspek teknis produksi dan pengendalian kualitas. Rumah Produksi ini mampu menghasilkan pakan sebanyak 14.400 kg per bulan atau 600 kg per hari. Pakan ikan Gembae dijual dengan harga Rp8.800 per kg, yang lebih murah daripada pakan pabrik yang biasanya dijual seharga Rp11.500 per kg.
Bupati Luwu Timur, Budiman, mengapresiasi inovasi yang dilakukan oleh BUMDes Karya Sipatuo Desa Balantang tersebut. Menurutnya, kehadiran rumah produksi pakan ikan tambak ini memberikan peluang alternatif penghidupan dan peningkatan pendapatan bagi masyarakat. “Ini luar biasa, yang dulunya merupakan masalah ikan invasif, sekarang menjadi solusi yang bernilai ekonomi,” jelasnya.
Baca juga: Jika Tepilih Sebagai Kades Masaingi Donggala, Ini yang Dilakukan Harnis untuk Memajukan Desa
“Ikannya diproduksi secara alami tanpa menggunakan bahan kimia. Saya membayangkan suatu saat jika ada orang yang bertanya di mana dapat membeli pakan tambak yang bagus, orang-orang akan menunjuk Balantang, BUMDes Sipatuo. Ini akan menjadi ciri khas wilayah dan menjadi perbedaan dari desa-desa lainnya. Saya rasa ini merupakan kebanggaan tersendiri,” tutup Budiman.
Bendahara BUMDes Karya Sipatuo, Desa Balantang, Andi Hastuti Latif, mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, terutama PT Vale, yang telah mendukung terwujudnya unit usaha ini.
“Alhamdulillah, harapan kami yang sederhana telah diberikan dukungan yang luar biasa oleh PT Vale. Melampaui harapan kami. Pada awalnya, kami hanya berharap memiliki pabrik kecil dengan kapasitas produksi sekitar 50 kilogram. Namun, kami mendapatkan dukungan untuk berkapasitas lebih dari 14 ribu kilogram. Terima kasih PT Vale. Alhamdulillah, sejak pertama kali kami beroperasi pada Maret ini, kami telah menghasilkan 2 ton dengan omzet sekitar Rp12 juta,” ungkap Hastuti. (teraskabar)






