Selasa, 16 Juni 2026

Ruwatan di Desa Laantula Jaya Sambut 1 Muharram dan Hari Bhayangkara Polri ke-80

ruwatan di desa laantula jaya sambut 1 muharram dan hari bhayangkara polri ke 80
Ruwatan di Desa Laantula Jaya dirangkaikan dengan peringatan Hari Bhayangkara Polri ke-80 yang dihadiri oleh personel Polsek Witaponda, Senin (15/6/2026). Foto: HR.

Morowali, Teraskabar.id – Masyarakat Kecamatan Witaponda kembali menggelar ruwatan di Desa Laantula Jaya sebagai wujud syukur atas hasil panen raya sekaligus momentum menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah.

Kegiatan itu juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara Polri ke-80 Tahun 2026 yang mengusung semangat Polri untuk Masyarakat.

Kegiatan dilaksanakan Senin (15/6/2026) di Desa Laantula Jaya, Kecamatan Witaponda, Kabupaten Morowali. Sejumlah unsur masyarakat menghadiri acara tersebut.

Mereka berasal dari tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta warga setempat.

Selain itu, jajaran Polsek Witaponda turut hadir dalam kegiatan tersebut. Kapolsek Witaponda menunjuk AIPTU Muh. Agus Efendy untuk mewakili institusi dalam pembukaan acara.

Panitia mengawali kegiatan dengan pertunjukan kesenian kuda lumping dari kelompok Rekso Budoyo Laantula Jaya.

Selanjutnya, AIPTU Muh. Agus Efendy menyampaikan sambutan sekaligus membuka kegiatan secara resmi.

Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya menjaga tradisi budaya sebagai identitas masyarakat.

“Atas nama jajaran Kepolisian Sektor Wita Ponda Polres Morowali, saya sangat mengapresiasi dan menyambut baik terselenggaranya acara ini, tradisi bersih desa bukan sekadar ritual budaya tahunan, melainkan wujud rasa syukur kita kepada Tuhan Yang Maha Esa serta sarana untuk melestarikan kearifan lokal Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan simbol kerukunan, gotong royong, dan kebersamaan antar warga.” ucap Agus.

Ruwatan di Desa Laantula Jaya, Momentum Perkuat Sinergi Masyarakat dan Polri

Menurut Agus Efendy, kegiatan budaya tersebut menghadirkan ruang kebersamaan yang sangat penting bagi masyarakat.

Karena itu, ia mengajak seluruh warga untuk terus menjaga persatuan dan keamanan lingkungan.

Di sisi lain, rangkaian kegiatan juga bertepatan dengan peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Oleh sebab itu, Polri memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkuat kedekatan dengan masyarakat.

  Momen Kemerdekaan di Loeha Raya, PT Vale Kolaborasi GMP-TT Gali Potensi Atlet Lokal

“Acara ini juga menjadi momentum yang sangat baik dalam rangkaian menyambut Hari Bhayangkara ke-80, kami ingin menegaskan bahwa Polri akan terus berusaha hadir di tengah masyarakat. Kami menyadari, Polri tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tanpa dukungan, sinergi, dan partisipasi aktif dari masyarakat.” beber Agus.

Lebih lanjut, Agus Efendy menjelaskan bahwa panitia akan melaksanakan kegiatan selama empat hari.

Panitia menghadirkan berbagai pertunjukan seni budaya untuk masyarakat. Karena itu, warga dapat menikmati hiburan sekaligus melestarikan tradisi daerah.

“Kegiatan ini akan dilaksanakan selama 4 hari dengan pertunjukan kesenian budaya dan ditutup dengan acara wayang kulit, dari pihak Kepolisian berkomitmen untuk terus mendukung dan mengamankan setiap kegiatan masyarakat agar berjalan aman, lancar, dan tertib.” ungkap Agus.

Ruwatan di Desa Laantula Jaya Hadirkan Beragam Kesenian Tradisional

Panitia menyusun sejumlah agenda budaya selama pelaksanaan ruwatan di Desa Laantula Jaya.

Pada hari pertama, masyarakat menikmati pertunjukan kuda lumping sejak pagi hingga sore. Kemudian, panitia melanjutkan kegiatan dengan hiburan elekton dan campursari pada malam hari.

Pada Selasa (16/6/2026), kelompok seni kembali menampilkan kuda lumping. Setelah itu, panitia menggelar pertunjukan tarian kibing dan tarian Bali.

Berikutnya, masyarakat akan menyaksikan pagelaran wayang kulit pada Rabu (17/6/2026) malam. Panitia menjadwalkan pertunjukan tersebut hingga dini hari.

Sementara itu, agenda puncak berlangsung pada Kamis (18/6/2026). Panitia akan menggelar prosesi ruwatan dan doa bersama sejak pagi hingga siang hari.

Warga Syukuri Panen Raya Melalui Tradisi Tahunan

Masyarakat menjadikan ruwatan di Desa Laantula Jaya sebagai sarana memperkuat nilai gotong royong.

Selain itu, warga memanfaatkan tradisi tersebut untuk memanjatkan doa bersama. Mereka berharap hasil panen berikutnya semakin melimpah.

  Safari Ramadan di Morowali: dari Bungku Timur ke Bahodopi, Bupati Iksan Serukan Stabilitas

Tidak hanya itu, warga juga memohon perlindungan dari berbagai musibah. Pada kesempatan yang sama, Agus Efendy menyampaikan harapan kepada seluruh masyarakat.

“semoga dengan terselenggaranya Bersih Desa ini Polri semakin dekat untuk masyarakat dan memberikan pelayanan dan perlindungan masyarakat, serta masyarakat desa Laantula jaya dijauhkan dari segala musibah, rezeki warga melimpah, dan wilayah kita selalu aman dan tentram.” kata Agus penuh semangat.

Melalui ruwatan di Desa Laantula Jaya, warga tidak hanya merawat tradisi leluhur. Namun, mereka juga memperkuat kebersamaan, menjaga harmoni sosial, dan mendukung sinergi antara masyarakat dengan Polri. (G)