Sabtu, 22 Agustus 2026

Seorang Korban Longsor Tirtanagaya Parimo Ditemukan, Total 3 Korban Telah Dievakuasi

Seorang Korban Longsor Tirtanagaya Parimo Ditemukan, Total 3 Korban Telah Dievakuasi
korban bencana tanah longsor di wilayah hutan Desa Tirtanagaya, Kecamatan Bolano, Parimo kembali membuahkan hasil pada pencarian hari ketiga, Selasa (24/6/2025). Foto: Istimewa

Parimo, Teraskabar.id– Operasi pencarian dan pertolongan terhadap tujuh orang korban bencana tanah longsor di wilayah hutan Desa Tirtanagaya, Kecamatan Bolano, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) kembali membuahkan hasil pada pencarian hari ketiga, Selasa (24/6/2025).

Seorang korban longsor ditemukan sekitar pukul 10.20 Wita dan telah dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan menuju Posko terdekat untuk identifikasi mayat. 

Total tiga korban longsor berhasil ditemukan hingga pencarian hari ketiga berlangsung. Kini empat korban lainnya masih dalam proses pencarian.

“Satu korban ditemukan, jumlah total yang ditemukan sudah tiga orang,” kata sumber yang berada di lokasi pencarian, Selasa (24/6/2025).

Belum diperoleh identitas korban hingga berita ini ditayangkan. Menurut sumber, identitas korban akan disampaikan setelah tim evakuasi yang membawa mayat korban tiba di Posko BPBD Sulteng yang berjarak 20 kilometer dari lokasi bencana.

Beberapa saat kemudian, Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu melalui Kepala Kansar Palu, Muh. Rizal, S.H., merilis hasil identifikasi, korban diketahui bernama Sahrat (43). Selanjutnya, Tim SAR gabungan mengevakuasi korban ke rumah keluarganya.

Hingga hari ketiga operasi pencarian, total 3 korban telah ditemukan yaitu, Sahrat (43) jenis kelamin pria warga Desa Anutapura, Ijal (28) pria warga Desa Anutapura, Arun (17) pria warga Desa Anutapura. Sedangkan korban yang masih dalam pencarian adalah, Subran (52) pria warga Desa Anutapura, Safrudin E Manjalai (36) jenis kelamin pria, Riska Jumi (26) seorang ibu rumah tangga, serta Rapi, remaja pria berumur 14 tahun.

Sebelumnya, peristiwa tanah longsor yang diduga menimbun 7 orang terjadi pada Selasa (17/6/2025). Saat itu, tujuh warga menuju kawasan hutan Talenga dengan membawa 4 ekor sapi dan satu unit truk jenis DA untuk mengambil kayu.

  Demo Penyalahgunaan BBM Bersubsidi di SPBU Singkoyo, Massa Aksi Desak Kepolisian Usut Tuntas

Pada Sabtu (21/6/2025), seorang operator chain saw yang melintas di lokasi dan mendapati bahwa gubuk yang menjadi base camp para korban sudah rata tertimbun tanah. Saksi menduga para korban telah kembali ke kampung, namun setelah dilakukan pengecekan, ketujuh korban tidak ditemukan dan upaya pencarian awal oleh warga tidak membuahkan hasil.

Selanjutnya, Rivai, perwakilan BPBD Kabupaten Parigi Moutong memperoleh informasi tersebut dari warga pada Ahad (22/6/2025) sekitar pukul 17.45 Wita, segera melaporkan adanya dugaan tujuh warga tertimbun longsor saat berada di area hutan untuk mengambil kayu.

Merespons laporan tersebut, Tim Rescue dari Unit Siaga SAR Tolitoli diberangkatkan pada pukul 18.05 Wita menggunakan Rescue Car dengan estimasi tiba di lokasi sekitar pukul 22.35 Wita. Lokasi kejadian diperkirakan berjarak sekitar 150 km dari USS Tolitoli dan dapat ditempuh dalam waktu sekitar 4 jam 30 menit melalui jalur darat.

Adapun identitas korban:

1. Sahrat (43), Laki-laki, Desa Antapura

2. Subran (52), Laki-laki, Desa Antapura

3. Ijal (28), Laki-laki, Desa Antapura

4. Safrudin E. Manjalai (36), Laki-laki, Petani

5. Riska Jumi (26), Perempuan, Ibu Rumah Tangga

6. Arun (17), Laki-laki, belum bekerja

7. Rapi (14), Laki-laki, belum bekerja

Unsur SAR Terlibat Unit Siaga SAR Tolitoli, Polsek Bolano, BPBD Kabupaten Parigi Moutong, Tagana Kabupaten Parigi, Masyarakat setempat.

Peralatan yang digunakan Rescue Car, Chain Saw, Peralatan Ekstrikasi, Alat Komunikasi, Satu Set Peralatan Navigasi, Peralatan Medis, Peralatan SAR lainnya

 “Personil dari Unit Siaga SAR Tolitoli yang telah diberangkatkan ke lokasi akan langsung berkoordinasi dengan aparat desa dan unsur terkait. Sesampainya di lokasi, tim akan menilai kondisi medan secara langsung untuk menentukan apakah pencarian dapat dilakukan secara manual atau perlu didukung oleh alat berat seperti ekskavator. Prinsip utama kami adalah keselamatan tim dan efektivitas pencarian,” kata Kepala Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Muh. Rizal, S.H. (red/teraskabar)

  Hadianto Serap Aspirasi Warga di Pantoloan Boya dan Pantoloan Induk