Palu, Teraskabar.id – Sulawesi Tengah (Sulteng) saat ini sedang menghadapi Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit Campak.
“Sebagai langkah cepat, maka sedang berjalan imunisasi tambahan Outbreak Response Immunization (ORI) yang menyasar anak-anak balita,” kata Wakil Gubernur (Wagub) Sulteng, Reny A Lamadjido, saat menerima kunjungan kerja spesifik dari Komisi VIII DPR RI, di ruang polibu kantor gubernur, Kamis pagi (9/4/2026).
Ketua rombongan Komisi VIII dipimpin Sigit Purnomo Said, Wakil Wali kota Palu periode 2015-2020. Dalam rombongan Komisi VIII, turut serta pejabat utama mewakili Kepala BNPB dan Kementerian Sosial yang di kesempatan ini menyerahkan bantuan sosial kemanusiaan dan kebencanaan.
Berdasarkan data sementara, tercatat sekitar 700 balita teridentifikasi gejala mengarah ke campak. Total jumlah tersebut merupakan sebaran identifikasi gejala campak yang terdapat di 13 kabupaten kota se-Sulawesi Tengah. Sebanyak 426 kasus dilaporkan terjadi di Kota Palu sehingga termasuk dari 30 daerah di Indonesia yang teridentifikasi mengalami lonjakan gejala Campak.
Sulawesi Tengah KLB Campak dan Minta Dukungan Komisi VIII Penanganannya
Selain KLB Campak, potensi bencana alam yang sering melanda Sulawesi Tengah adalah banjir dan tanah longsor akibat curah hujan yang tinggi.
Karena itu, dukungan dan perhatian dari Komisi VIII DPR RI beserta kementerian dan Lembaga mitranya diharapkan mampu memperkuat langkah-langkah mitigatif agar masyarakat makin terlindungi dari dampak bencana alam maupun bencana non-alam seperti wabah penyakit.
“Mudah-mudahan kedatangan bapak ibu komisi delapan membawa berkah dan bantuan bagi Sulawesi Tengah,” harapnya dalam sambutan selamat datang.
Wagub Reny berterima kasih seraya mengapresiasi kunker spesifik Komisi VIII DPR RI untuk menyerap aspirasi dari daerah, sekaligus atas penyerahan bantuan dari kementerian dan Lembaga yang bermitra dengan Komisi VIII, sebagai wujud perhatian pemerintah pusat ke daerah.
Wagub Reny pada kesempatan tersebut menuturkan bahwa ingatan kolektif dahsyatnya bencana gempa, tsunami dan likuifaksi tahun 2018 menjadi pengalaman berharga bagi pemerintah provinsi untuk mengintegrasikan pembangunan tangguh bencana guna menekan jumlah korban jiwa dan kerugian materi.
Peristiwa tersebut juga dirasakan Ketua Rombongan Komisi VIII, Sigit Purnomo Said yang kala itu menjabat sebagai wakil wali Kota Palu.
Usai pertemuan, komisi VIII DPR-RI meninjau lokasi masjid terapung di Pantai Taman Ria yang tersapu tsunami dan Kelurahan Balaroa yang terdampak likuifaksi. (red)






