Palu, Teraskabar.id – Sulawesi Tengah (Sulteng) kini miliki Sistem Informasi BERANI Depak Stunting. Platform digital ini merupakan inovasi Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Provinsi Sulteng.
Wakil Gubernur (Wagub) Sulteng Reny A Lamadjidomenghadiri langsung launching inovasi ini yang berlangsung di Gedung Pogombo kantor gubernur, Kamis (9/4/2026).
Wagub Reny menegaskan, penanganan stunting mesti memiliki data yang akurat serta melibatkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, perguruan tinggi dan masyarakat.
Karena itu, Wagub Reny mengapresiasi inovasi yang dicetuskan dinas P2KB melalui Sistem Informasi BERANI Depak Stunting.
Platform digital ini diyakininya dapat memperkuat koordinasi lintas sektor, memperluas jangkauan pengawasan dan mempercepat penanganan stunting berbasiskan data serta sistem pelaporan yang akurat.
Wakil Gubernur mengungkapkan bahwa prevalensi stunting di Sulawesi Tengah masih berada di angka 26,1 persen. Angka ini dinilai masih tinggi dan menjadi tantangan besar yang harus segera diatasi secara bersama.
“Artinya, dari 100 anak, ada sekitar 26 anak yang mengalami stunting. Ini bukan sekadar angka, tetapi menyangkut masa depan generasi kita,” tegasnya.
Sulteng Miliki Sistem Informasi Tangani Stunting
Ia menjelaskan, kasus stunting tersebar di seluruh kabupaten/kota dengan tingkat yang bervariasi. Karena itu, diperlukan langkah yang terarah, terukur, dan berbasis data agar intervensi yang dilakukan tepat sasaran.
Wagub Reny menekankan pentingnya intervensi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yakni sejak masa kehamilan hingga anak berusia 23 bulan. Pada periode ini, pertumbuhan otak dan fisik anak berlangsung sangat pesat dan menentukan kualitas hidup di masa depan.
“Jika pada fase ini anak tumbuh optimal, maka potensi kecerdasannya juga akan maksimal. Sebaliknya, jika terlewat, dampaknya bisa bersifat permanen,” jelasnya.
Lebih lanjut, Wagub Reny mengingatkan bahwa stunting bukan penyakit menular, melainkan gangguan pertumbuhan akibat kekurangan gizi kronis. Oleh karena itu, penanganannya harus dilakukan secara komprehensif, mulai dari pemenuhan gizi, pola asuh, hingga perbaikan sanitasi lingkungan.
Libatkan Untad
Validitasi data dan ketepatan pengukuran di lapangan menjadi suatu keniscayaan. Sehingga, implementasi inovasi Sistem BERANI Depak Stunting ini melibatkan perguruan tinggi, di antaranya Universitas Tadulako (Untad).
Melalui program KKN Tematik Stunting, mahasiswa Untad juga dilibatkan secara langsung dalam proses pengumpulan dan pemutakhiran data di lapangan, sekaligus melakukan edukasi kepada masyarakat.
Model kolaborasi ini dinilai strategis dalam menjembatani kebutuhan data yang akurat dengan intervensi langsung di tingkat desa dan kelurahan.
Selain itu, mahasiswa sebagai agen perubahan di masyarakat dapat menjadi tenaga pendamping yang membantu identifikasi faktor risiko, verifikasi data keluarga sasaran, hingga penyampaian edukasi stunting.
Dengan inovasi ini, Wagub Reny optimis dapat berkontribusi bagi penurunan angka stunting Sulteng hingga 19 % tahun ini.
“Terima kasih teman-teman P2KB atas inisiatif BERANI Depak Stunting dan seluruh stakeholder yang sudah membantu,” ucap Wagub Reny sekaligus meresmikan aplikasi tersebut.
Puskesmas Diminta Aktif Dampingi Pelaksanaan SSGI
Wagub Reny juga meminta seluruh pihak, termasuk dinas kesehatan dan puskesmas, untuk aktif mendampingi pelaksanaan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) agar hasil yang diperoleh benar-benar akurat.
“Pengukuran yang tidak tepat akan menghasilkan data yang keliru. Ini harus kita hindari karena akan berdampak pada kebijakan yang diambil,” ujarnya.
Wagub Reny juga mendorong pemerintah kabupaten/kota untuk menyusun analisis situasi secara komprehensif serta memperkuat sinergi lintas sektor. Berbagai program intervensi, seperti pemberian makanan tambahan bagi balita berisiko stunting, diharapkan dapat dioptimalkan.
“Ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama demi masa depan anak-anak Sulawesi Tengah yang lebih sehat dan berkualitas,” imbuhnya.
Nampak hadir di acara, unsur forkopimda, Kadis P2KB Sulteng drg. Herry, M.Kes dan jajaran, Wakil Rektor Untad Bidang Keuangan dan Umum Prof. Dr. M. Rusydi H, M.Si, dan Akademisi Prof. Dr. Rosmala Nur, SKM, M.Si. (red)







