Sabtu, 2 Mei 2026
Ekbis, Home  

Sulteng Inflasi 0,07 Persen pada Mei 2024, Sumbangsih Restoran dan Perawatan Pribadi

Sulteng Inflasi 0,07 Persen pada Mei 2024, Sumbangsih Restoran dan Perawatan Pribadi
Kepala BPS Sulteng Simon Sapary. Foto: Dok

Palu, Teraskabar.id – Inflasi bulanan di Provinsi Sulawesi Tengah pada bulan Mei 2024 (Mei 2024 terhadap April 2024) mencapai 0,07 persen.
“Capaian inflasi bulanan ini di bulan Mei 2024 menunjukkan kinerja TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah) yang sangat bagus,” kata Kepala BPS Provinsi Sulawesi Tengah, Simon Sapary pada press releas BPS, Senin (3/6/2024).

Inflasi bulanan yang terkendali kata kepala BPS Sulteng, mampu menekan Inflasi Tahun Kalender (Mei 2024 terhadap Desember 2023) menjadi 1,20 persen. Sedangkan inflasi tahun ke tahun (Mei 2024 ke Mei 2023, YoY) sebesar 3,10 persen.

Baca jugaSetelah Inflasi, Kini Palu Alami Deflasi Tertinggi Kedua

Kelompok pengeluaran yang memberi andil inflasi terbesar adalah perawatan pribadi dan jasa lainnya yaitu sebesar 0,05 persen. Inflasi kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya ini di bulan Mei 2024 sebesar 0,66 persen. Penyediaan makanan dan minuman/restoran berada di posisi ke dua penyumbang inflasi yaitu sebesar 0,02 persen atau mengalami inflasi sebesar 0,24 persen.

Sedangkan 9 kelompok pengeluaran lainnya memberi andil inflasi mendekati nol persen. Bahkan tiga kelompok pengeluaran mengalami deflasi yaitu, pakaian dan alas kaki (-0,03 persen), perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga (-0,06 persen), serta informasi, komunikasi, dan jasa keuangan (-0,04 persen).
Dibandingkan periode April 2024 yang mengalami inflasi sebesar 0,05 persen, tingkat inflasi bulanan Mei 2024 lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 0,02 persen.

Inflasi Antar Kota

BPS Provinsi Sulteng juga melaporkan inflasi antarkota pada Mei 2024. Dari 4 kabupaten/kota yang masuk dalam kota IHK, inflasi tertinggi terjadi di Kota Luwuk yaitu 1,12 persen. Disusul Kota Palu 0,2 persen. Dua daerah lainnya mengalami deflasi yaitu Kabupaten Tolitoli sebesar 0,77 persen dan Kabupaten Morowali 0,35 persen.

  Sisa Dana Pilkada Rp34 Miliar Dikembalikan KPU Sulteng ke Kas Daerah, Wagub: Ini Jadi Contoh Positif

Komoditas yang memiliki andil terbesar terhadap inflasi bulanan di Kota Luwuk adalah Ikan Selar/Ikan Tude, Ikan Deho, Ikan Cakalang. Sebaliknya, komoditas yang memiliki andil terbesar terhadap deflasi di Kota Luwuk adalah beras, telur ayam ras dan bahan bakar rumah tangga.

Di Kota Palu, komoditas yang memiliki andil terbesar terhadap inflasi bulan Mei 2024 adalah ikan Selar, emas perhiasan, dan ikan Ekor Kuning. Sedangkan penyebab deflasi adalah beras, ikan Cakalang, telur ayam ras.

Di Kabupaten Tolitoli, cabai rawit, udang basah, dan ikan bakar merupakan komoditas yang memiliki andil terbesar terhadap inflasi. Sebaliknya, beras, ikan Layang, dan ikan Bandeng merupakan komoditas yang memiliki andil terbesar deflasi di kota cengkeh ini.

Sementara itu di Kabupaten Morowali, tomat, bawang merah, dan ikan gembung merupakan komoditas yang memiliki andil terbesar inflasi. Sebaliknya beras, telur ayam ras dan minyak goreng penyumbang dflasi terbesar di kabupaten kaya tambang ini.

Kepala BPS Provinsi Sulteng menambahkan, komoditas yang memiliki andil deflasi di empat kabupaten/kota di Sulteng adalah beras. (red/teraskabar)