Sabtu, 2 Mei 2026
Daerah  

Produksi Ikan Teluk Tomini 48,215 Ribu Ton Pertahun

Produksi Ikan Teluk Tomini 48,215 Ribu Ton Pertahun
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sulteng, Arif Latjuba saat menyampaikan sambutannya pada Bimbingan Teknis (Bimtek) Sertifikasi Kelayakan Nelayan (SKN) Kecakapan Nelayan, Rabu (14/6/2023), di PPI Pagimana, Kabupaten Banggai. Foto: Istimewa

Banggai, Teraskabar.id – Perikanan tangkap menjadi salah satu subsektor primadona di wilayah-wilayah pesisir Sulawesi Tengah karena memiliki potensi luas perairan, sumber daya ikan, serta jumlah penduduk yang terlibat dalam subsektor ini.

Berdasarkan Data Big Tahun 2022, penduduk Sulawesi Tengah yang bekerja sebagai nelayan sebanyak 89.026 jiwa. Dari sisi potensi sumber daya ikan, Sulawesi Tengah memiliki wilayah perairan perikanan (WPP) yang terbagi menjadi empat WPP.

“Selat Makassar masuk dalam WPP 713, Teluk Tolo masuk dalam WPP 714. Kemudian Teluk Tomini masuk wilayah WPP 715, serta Laut Sulawesi terletak di WPP 716,” kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sulteng, Arif Latjuba saat menyampaikan sambutannya pada Bimbingan Teknis (Bimtek) Sertifikasi Kelayakan Nelayan (SKN) Kecakapan Nelayan, Rabu (14/6/2023), di PPI Pagimana, Kabupaten Banggai.

Baca jugaDKP Sulteng Launching Aplikasi Smart Fishing

Arif menambahkan, untuk diketahui WPP 715 yang terletak di Teluk Tomini memiliki komoditas unggulan perikanan tangkap, yaitu tuna, kakap, kerapu, dan pelagis kecil lainnya. Jumlah nelayan yang terdapat di WPP ini adalah 13.186 jiwa dan membawahi 2.403 buah armada tanpa motor dan 13.916 armada bermotor. Produksi Perikanan Tangkap WPP 715 atau di Teluk Tomini sejak tahun 2019 hingga 2021 terus meningkat dengan rata-rata produksi 48.215,9 ton.

“Dengan revitalisasi armada, tentunya angka ini bisa meningkat sesuai dengan potensi yang ada diikuti dengan pengelolaan yang bertanggung jawab,” ujar Arif.

Baca jugaMinyak Goreng Gratis bagi Penerima Vaksin di Parimo

Potensi ini menjadi peluang bagi sektor kelautan dan perikanan dalam mengatasi isu ketahanan pangan, mengingat jumlah penduduk Indonesia secara umum dan di Sulawesi Tengah khususnya terus bertambah. Kecukupan ketersediaan pangan, stabilitas ketersediaan pangan, keterjangkauan pangan, dan kualitas keamanan pangan merupakan komponen yang harus dipenuhi.

  Nelayan Donggala Urus Izin ke Luar Provinsi dan Solar Langka

Untuk mendukung hal itu, menurut Arif, selain diperlukan sarana dan prasarana memadai, tentunya harus didukung oleh sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni, termasuk peningkatan SDM nelayan di Sulawesi Tengah.