Selasa, 16 Juni 2026

Kendaraan Muat Puluhan Jeriken Solar Terbakar di Ranononcu Poso

Kendaraan Muat Puluhan Jeriken Solar Terbakar di Ranononcu Poso
Mobil pengangkut puluhan jeriken solar terbakar di jalur trans Sulawesi di Ranononcu Poso. Foto: Tangkapan layar

Poso, Teraskabar.id – Baru dua hari berselang video tumpukan jeriken pertalite terbakar di SPBU Sayo, Kecamatan Poso Kota Selatan, Kabupaten Poso, akibat percikan api dari korek gas, kini warga kembali disuguhkan vidio viral kebakaran mobil pengangkut BBM.

Insiden tersebut pada Sabtu (31/1/2026) sekitar pukul 16.00 Wita, tak jauh dari SPBU Sayo, berjarak sekitar 2 kilometer, tepatnya di Kelurahan Ranononcu, Kabupaten Poso. Mobil bak terbuka yang mengangkut puluhan jeriken berisi solar subsidi ludes terbakar.

Dari keterangan saksi mata yang merupakan pengguna jalan mengatakan, saat kejadian api dengan cepat melalap seluruh muatan kendaraan bak terbuka yang diketahui mengangkut BBM berjenis solar.

” Api cepat sekali menyambar muatan mobil itu dan mengakibatkan beberapa menit jalur trans Sulawesi tidak dapat dilalui kendaraan akibat hawa panas dari peristiwa kebakaran tersebut. Itulah aturan sangat jelas dilarang melakukan transportasi BBM jika tidak menggunakan tangki atau drum, sebab sangat rawan terjadi kebakaran seperti kejadian saat ini karena kurangnya pengawasan dari APH terkait transportasi BBM subsidi,” ujar warga.

Dari pantauan media ini di Lokasi kejadian, Ahad (1/2/2026),  radius beberapa meter seputar lokasi terjadinya kebakaran mobil bak terbuka yang sarat muatan jeriken solar subsidi itu, terlihat rerumputan serta pepohonan kering karena terpanggang kobaran api.

Kejadian serupa di Desa Mayoa, Kecamatan Paona Selatan, berupa kendaraan memuat jeriken BBM dan dua penumpangnya nyaris tewas akibat kekurangan  oksigen di dalam mobil  mereka.

Kapolsek Pamona Selatan di Pendolo, Iptu Awaludin, S.H., dikonfirmasi pada Ahad (1/2/2026), membenarkan jika di wilayah hukumnya pada Sabtu (31/1/2026), telah terjadi dua penumpang minibus avanza tepatnya, di Desa Mayoa, Kecamatan Pamona Selatan, nyaris menjadi korban akibat kekurangan  oksigen di dalam mobil  mereka.

  Launching Buku Membangun Sigi di Antara Dua Bencana, Mengulas Satu Dekade Kepemimpinan Irwan Lapatta

“Iya benar, saat ini dua warga Kabupaten Luwu Timur tersebut ditemukan warga Desa Mayoa dalam keadaan pingsan di dalam mobil mereka yang di bagian belakangnya sarat dengan muatan jerigen bbm,” ujarnya.

Insiden tersebut diketahui berawal dari laporan warga sekitar. “Awalnya pada pagi hari warga melihat satu unit kendaraan mini bus warna merah terparkir di depan rumah mereka, anggapan warga kemungkinan berhenti untuk beristirahat sejenak. Namun hingga pukul 12.00 siang,  mobil tersebut masih juga terparkir seperti awalnya,” kata Iptu Awaludin.

Karena curiga, warga kemudian mendekat dan mengetuk kaca mobil itu sebanyak 3 kali, namun tidak mendapatkan respon. Saat itu warga membuka pintu mobil itu dan menemukan dua orang berada di dalam mobil itu, sopir bersama seorang penumpangnya yang pingsan.

Kemudian mereka berkomunikasi dengan pihak Polsek dan personel segera diterjunkan ke dan langsung mengantarkan dua orang tersebut ke Puskesmas Mayoa.

Kapolsek menambahkan jika kedua orang tersebut selesai membeli bbm jenis pertamax untuk konsumsi sendiri di SPBU di Pendolo dan sedang melakukan perkalanan  pulang ke Kabupaten Luwu Timur.

” Kemungkinan besar mereka keracunan bau pertamax sebab saat berjalan menutup kaca mobil. Saat ini kedua orang tersebut telah dirujuk ke RSU di Wotu, Kabupaten Luwu Timur, untuk mendapatkan pemulihan kesehatan yang intensif. Satu dari mereka telah bisa diajak komunikasi. Kemudian sejak kemarin kendaraan mereka telah diamankan ke mako Polsek Pamona Selatan,” tutupnya. (deddy/teraskabar)