Selasa, 21 April 2026

DPRD dan Bulog Tolitoli Rakor Serapan Beras Petani

DPRD dan Bulog Tolitoli Rakor Serapan Beras Petani
DPRD dan Perum Bulog Tolitoli gelar Rakor pengadaan beras tahun 2026, Senin (204/2026). Foto: Ramlan

Tolitoli, Teraskabar.id – DPRD dan Perum Bulog Tolitoli gelar rapat koordinasi (Rakor) untuk pengadaan beras 764 ton tahun 2026 karena serapan beras lokal milik petani di Kabupaten Tolitoli minim.

Dalam rapat tersebut hadir Pimpinan Cabang (Pinca) perum Bulog Tolitoli, Zahnaz Abdeli dan sejumlah OPD terkait di antarnya, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Moh Tang H Yahya, sekertaris Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (Distanpanhor), Arsad Syamsudin dan pihak dinas perdagangan.

Rapat koordinasi dipimpin Wakil Ketua I DPRD Tolitoli, Risman SE., dihadiri sejumlah anggota DPRD lainnya, di antaranya Jemy Yusuf (Golkar), Taufik (PBB), Didimandua (PKB), Jupriadi (PAN), Dindi Riskiana (Gerindra), Irpan (Gerindra), Sapri (Golkar), Muslimin (Nasdem).

Pada rapat koordinasi tersebut, Senin (20/04/2026), Pinca Perum Bulog Tolitoli, Zahnaz Abdeli, menyatakan target pengadaan pasokan beras petani di gudang Bulog tahun ini di kisaran 764 ton, sementara yang baru terealisasi sebanyak 355 ton.

” Beras petani yang masuk ke Bulog adalah beras premium dengan standar nasional broken mencapai 25 persen dan benir 2 persen,” terang Pinca Perum Bulog Tolitoli itu, kepada wartawan saat dijumpai usai rapat koordinasi di ruang rapat DPRD Tolitoli, Senin (20/4/2026).

Pihak Bulog akan menyerap beras petani berdasarkan kualitas yang ditetapkan pemerintah. Bagaimana caranya segera tanyakan kepada dinas terkait.

” Untuk penyerapan beras petani, kami dari Bulog sudah melakukan edukasi kepada petani, bahkan pimpinan Bulog Provinsi Sulteng ikut turun melakukan edukasi kepada petani,” katanya.

Jika di lapangan ditemukan beras yang berwarna kekuningan, dapat dipastikan kalau pihak Bulog telah melakukan perbaikan warna beras menjadi putih dengan melibatkan mitra Bulog Tolitoli.

” Beras yang berubah warna itu adalah stok beras yang sudah setahun lamanya, tetapi sudah dilakukan perbaikan dan jumlah beras tersebut cuma sedikit,” terangnya.

  Longki Djanggola Ajak Warga Palu Bersatu Menangkan Hidayat-Anca di Pilwakot 2024

DPRD dan Bulog Tolitoli Rakor, Terungkap Harga Beras Petani Anjlok

Anggota DPRD Tolitoli, Taufik SE., menyatakan serapan beras petani di Tolitoli yang masuk ke Bulog kini jumlahnya mengalami penurunan. Akibat serapan yang rendah, harga beras petani anjlok karena terjadi penumpukan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di kios – kios milik masyarakat pada 10 kecamatan di Kabupaten Tolitoli.

“Beras SPHP di kios – kios dapat memengaruhi beras petani yang tidak dapat diserap oleh perum Bulog,” sebut Taufik.

Ia tidak menyetujui jika persyaratan yang diterapkan pihak Bulog untuk menyerap beras petani diperketat. Karena ketatnya peryaratan tersebut akhirnya serapan beras petani menjadi rendah.

” Pihak perum Bulog harus turun ke petani, jangan sekali kali beralasan bahwa beras petani tidak berkualitas,” tandasnya.

Perum Bulog diharapkan dapat hadir ketika harga beras petani anjlok di pasaran.

“Petani berhak menjual berasnya ke mana saja kalau harga tinggi, tetapi Bulog dalam hal ini pemerintah harus hadir jika harga beras petani anjlok,” tekannya. (ram)