Sabtu, 25 April 2026

Wabup Morowali Canangkan Desa Cantik 2026

wabup morowali canangkan desa cantik 2026
Wakil Bupati Morowali, Iriane Iliyas saat mencanagkan Desa Cantik 2026, Kamis (23/4/2026). Foto: IKP.

Morowali, Teraskabar.id – Wabup Morowali canangkan desa berbasis data sebagai langkah strategis memperkuat arah pembangunan di tingkat lokal. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Morowali menegaskan komitmen tersebut melalui pencanangan tiga wilayah di Kecamatan Bungku Tengah sebagai Desa Cinta Statistik (Cantik) Tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung di Aula Kantor Camat Bungku Tengah pada Kamis (23/4/2026) dan sekaligus menjadi penanda perubahan pendekatan pembangunan yang lebih terukur, terarah, dan berkelanjutan.

Selanjutnya, pemerintah daerah tidak sekadar menggelar seremoni formal. Sebaliknya, pemerintah mendorong transformasi nyata dalam tata kelola data desa. Oleh sebab itu, Wakil Bupati Morowali, Iriane Iliyas, memimpin langsung pencanangan Desa Tofuti, Desa Matansala, dan Kelurahan Mendui. Ia menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari program nasional yang diinisiasi oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

Selain itu, berbagai pemangku kepentingan menghadiri kegiatan tersebut. Mereka meliputi Kepala BPS Kabupaten Morowali Gladius Alfonsus, Kepala Dinas Kominfo, Statistik dan Persandian Daerah Badiuz Zaman, perwakilan Bappelitbangda, Camat Bungku Tengah Rahmawati Lewa, serta para kepala desa dan lurah. Dengan demikian, kolaborasi lintas sektor semakin terlihat kuat. Bahkan, kehadiran mereka mempertegas bahwa penguatan data tidak bisa berjalan sendiri, melainkan harus melibatkan banyak pihak secara simultan.

Lebih lanjut, Iriane Iliyas menekankan perubahan paradigma dalam memandang data. Ia mendorong desa agar tidak lagi menjadi objek pendataan semata. Sebaliknya, desa harus menjadi subjek sekaligus produsen data yang berkualitas. Oleh karena itu, ia menyatakan bahwa kebijakan pembangunan yang efektif hanya bisa lahir dari data yang akurat, relevan, dan mutakhir.

“Data bukan hanya angka, tetapi menjadi dasar dalam setiap pengambilan keputusan. Karena itu, desa harus mampu menghasilkan data yang benar, lengkap, dan diperbarui secara berkala. Saya mengajak seluruh perangkat desa untuk aktif mengelola data. Dengan begitu, kita bisa merancang program pembangunan yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.” kata Iriane Iliyas dalam arahannya.

  PSU di Dua TPS Bahodopi Morowali, Anwar-Reny Semakin Kokoh Ungguli Pesaingnya

Wabup Morowali Canangkan Desa Cantik Dorong Literasi Statistik

Di sisi lain, program Desa Cantik berperan sebagai instrumen strategis dalam meningkatkan literasi statistik masyarakat desa. Melalui program ini, aparatur desa belajar mengelola, menganalisis, dan memanfaatkan data secara optimal. Dengan demikian, setiap keputusan pembangunan dapat berbasis bukti yang kuat. Akibatnya, program yang dijalankan menjadi lebih tepat sasaran dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

Kemudian, pemerintah daerah juga memperkuat dukungan terhadap implementasi program tersebut. Bahkan, pemerintah memastikan integrasi program ini dengan kebijakan nasional Satu Data Indonesia. Oleh sebab itu, sinergi antarinstansi menjadi kunci utama dalam menciptakan sistem data yang terpadu, transparan, dan akuntabel.

Sementara itu, Wabup Morowali canangkan desa Cantik sebagai pusat data lokal yang andal terus menjadi dorongan utama dalam agenda pembangunan daerah. Dengan kata lain, pemerintah ingin memastikan setiap desa memiliki kapasitas dalam mengelola informasi secara mandiri. Hal ini sekaligus mempercepat proses perencanaan yang berbasis kebutuhan riil masyarakat.

Di akhir kegiatan, Iriane Iliyas secara resmi menetapkan Desa Tofuti, Desa Matansala, dan Kelurahan Mendui sebagai Desa Cinta Statistik Tahun 2026. Dengan demikian, Wabup Morowali canangkan desa Cantik tidak hanya menjadi slogan, melainkan gerakan konkret menuju tata kelola desa yang modern. Lebih jauh lagi, pencanangan ini menjadi langkah awal bagi ketiga wilayah tersebut untuk bertransformasi menjadi pusat data yang kredibel.

Akhirnya, Wabup Morowali canangkan desa Cantik yang berbasis data sebagai fondasi pembangunan masa depan. Oleh karena itu, langkah ini diharapkan mampu mendorong percepatan pembangunan yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan di Kabupaten Morowali. (G)