Palu, Teraskabar.id – Sebanyak 40 peserta ikuti seleksi jabatan pimpinan tinggi pratama (JPTP) atau eselon II lingkup Pemerintah Kota Palu. Seleksi bagi calon pejabat eselon II Pemkot Palu ini berlangsung selama dua hari, Jumat – Sabtu (24 – 25/4/2026).
Sementara itu, sebanyak 326 peserta akan mengikuti ujian tertulis dan psikotes pada seleksi dan uji kompetensi jabatan administrator. Pelaksanaan kegiatan ini akan berlangsung pada Senin (27/4/2026).
Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid membuka secara resmi kedua kegiatan ini, Jumat (24/4/2026), di ruang rapat Bantaya, Kantor Wali Kota Palu.
Wali Kota Hadianto dalam sambutannya menyampaikan bahwa seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan individu-individu terbaik.
Namun demikian, Hadianto mengakui bahwa proses seleksi tidaklah mudah karena harus menentukan kandidat terbaik dari yang terbaik.
“Kalau dilihat dari penampilannya hari ini, rasanya sulit untuk memutuskan siapa yang terbaik. Bapak ibu yang ikut hari ini adalah orang-orang terbaik, hanya saja dalam prosesnya kadang ada yang berkecil hati,” ujarnya.
Menurutnya, sikap “kecil hati” bukanlah sekadar persoalan emosi, melainkan bentuk ketidakoptimisan dalam memandang masa depan.
Padahal, lanjut Hadianto, tugas dan tanggung jawab yang saat ini diemban oleh setiap peserta sejatinya merupakan bagian dari seleksi yang sesungguhnya.
“Ketika kita mampu menjalankan tugas dengan baik, itu menunjukkan bahwa kita telah melewati satu tahapan seleksi. Karena pada akhirnya, hanya tiga nama yang akan disodorkan kepada saya, dan proses yang dilalui saat ini akan menjadi bagian penting dari penilaian tersebut,” ujarnya.
40 Peserta Ikuti Seleksi, Tak Berkecil Hati Jika Gagal
Ia juga menegaskan harapannya agar para pejabat yang nantinya terpilih mampu melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya.
Hadianto menekankan bahwa standar kinerja yang diharapkan bukan sekadar “baik”, melainkan harus “bagus”.
“Menurut saya, baik itu belum tentu bagus. Tapi kalau sudah bagus, pasti itu baik. Oleh karena itu, jalani proses ini dengan sebaik-baiknya dan siap dengan segala konsekuensinya,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa hasil seleksi bukanlah akhir dari segalanya.
Bagi peserta yang belum terpilih, diharapkan tidak berkecil hati, melainkan menjadikannya sebagai momentum untuk memperkuat diri dan meningkatkan optimisme.
“Kalau kita terpilih, Alhamdulillah. Kalau tidak, jangan kecil hati. Dari kegagalan itu kita belajar menguatkan diri. Seperti permata, di mana pun berada, Tuhan akan memuliakannya dengan cara-Nya,” ungkapnya.
Wali Kota juga mengajak seluruh peserta untuk tetap berkomitmen membangun Kota Palu, di mana pun posisi dan jabatan yang diemban.
Wali kota Hadianto menegaskan bahwa tidak semua peserta dapat mengisi delapan jabatan yang tersedia, namun kontribusi tetap dapat diberikan dari berbagai posisi.
“Yang penting kita komitmen. Ketika dipercaya sebagai pejabat pimpinan pratama, bangun dinas dengan sebaik-baiknya. Kota ini harus maju dan memberikan dampak kesejahteraan bagi masyarakat,” tambahnya.
Di akhir sambutannya, ia berharap 40 peserta ikuti seleksi JPTP dan 326 pejabat administrator dapat menjalani proses seleksi dengan penuh semangat dan integritas, serta menjadikan momentum ini sebagai upaya memperkuat soliditas tim dalam mendorong kemajuan Kota Palu.
“Saya berharap setelah proses ini, kita menjadi tim yang semakin solid dan mampu membawa perubahan besar bagi Kota Palu. Saya doakan semua diberi kesehatan dan kekuatan, serta hasilnya menjadi petunjuk yang terbaik,” ujarnya. (red)






