Sigi, Teraskabar.id – Di tengah masa sulit yang dialami masyarakat pascagempa bumi yang mengguncang Sulawesi Tengah, semangat kepedulian dan gotong royong kembali hadir melalui aksi kemanusiaan yang digagas Andhika Mayrizal Amir selaku anggota DPD RI. Andhika Amir hadir untuk warga Sigi sebagai lokasi terdampak parah gempabumi yang melanda Kota Palu, Kabupaten Parigi Moutong, Sigi, Poso dan Tojo Unauna.
Setelah Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menetapkan status tanggap darurat bencana akibat gempabumi magnitudo 6,7 yang terjadi pada Selasa (16/6/2026), berbagai pihak bergerak membantu masyarakat terdampak. Salah satunya melalui gerakan “Andhika Amir Peduli Bencana” yang bersama Yayasan Syukuran Aminudin Amir (SAA) Foundation menyalurkan bantuan kepada warga Desa Sintuwu, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi.
Bantuan berupa bahan pokok dan kebutuhan mendesak lainnya disalurkan langsung melalui Sahabat Andhika Amir dan pengurus SAA Foundation Kota Palu. Kehadiran mereka membawa harapan bagi warga yang tengah berjuang bangkit dari dampak bencana.
Andhika Amir Hadir untuk Warga Sigi, Wujud Empati dan Solidaritas
Azman Asgar, salah satu penggerak gerakan tersebut, mengatakan bahwa bantuan yang diberikan merupakan wujud empati dan solidaritas Andhika Amir kepada masyarakat yang terdampak.
“Kehadiran Sahabat Andhika Amir bersama SAA Foundation di tengah masyarakat Sintuwu merupakan amanah dari Andhika Amir untuk membantu meringankan beban warga yang terdampak gempa,” ujarnya.
Meski belum dapat hadir secara langsung karena tengah menjalankan tugas di Jakarta, Andhika Amir tetap menyempatkan diri menyapa warga melalui panggilan video WhatsApp. Dalam kesempatan itu, ia memberikan dukungan moril dan semangat kepada masyarakat agar tetap kuat menghadapi cobaan.
Momen tersebut menjadi penguat bagi warga. Kepala Dusun 3 Desa Sintuwu, Astabir, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan.
“Terima kasih Pak Andhika sudah membantu warga kami, khususnya di Dusun 3 Desa Sintuwu. Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit,” ungkapnya.
Di balik bantuan yang disalurkan, tersimpan pesan penting tentang arti kepedulian. Saat bencana datang tanpa diduga, uluran tangan dan perhatian kepada sesama menjadi sumber kekuatan untuk bangkit kembali.
Desa Sintuwu menjadi salah satu wilayah yang terdampak cukup signifikan akibat gempa tersebut. Berdasarkan data pemerintah desa, sekitar 30 kepala keluarga merasakan dampak langsung dari bencana. Namun di tengah keterbatasan, semangat kebersamaan terus tumbuh, menunjukkan bahwa harapan selalu hadir melalui kepedulian dan aksi nyata. (red)






