Sabtu, 20 Juni 2026

Seminar Awal Evaluasi Pelaksanaan RPJMD Morowali, Afridin: Evaluasi Jadi Tolok Ukur Pembangunan

seminar awal evaluasi pelaksanaan rpjmd morowali afridin evaluasi jadi tolok ukur pembangunan
Foto bersama dalam momentum kegiatan Seminar Awal Evaluasi Pelaksanaan RPJMD Kabupaten Morowali, Jumat (19/6/2026). Foto: IKP.

Morowali, Teraskabar.id – Seminar Awal Evaluasi Pelaksanaan RPJMD Kabupaten Morowali menjadi langkah Pemerintah Kabupaten Morowali untuk mengukur capaian pembangunan daerah sekaligus menyusun arah kebijakan yang lebih efektif pada periode 2025-2029.

Pemerintah daerah menggandeng Universitas Tadulako dalam kegiatan yang berlangsung di Aula Bappelitbangda, Kompleks Perkantoran Fonuasingko, Desa Bente, Kecamatan Bungku Tengah, Jumat (19/6/2026).

Pemerintah Kabupaten Morowali melalui Badan Perencanaan, Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) menginisiasi kegiatan tersebut. Selain itu, pemerintah daerah juga melibatkan berbagai unsur untuk memperkuat proses evaluasi pembangunan.

Plh Sekretaris Daerah Morowali, Afridin, SH., M.Sa, membuka kegiatan mewakili Bupati Morowali. Sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah hadir dalam agenda tersebut.

Kegiatan itu juga melibatkan kepala subbagian program. Kemudian, tim tenaga ahli penyusun dokumen ikut mengambil peran penting.

Tidak hanya itu, narasumber dan peserta seminar lain juga mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Kehadiran banyak pihak memperlihatkan komitmen bersama dalam menyusun pembangunan daerah yang lebih terarah.

Dasar Menentukan Arah Pembangunan

Afridin menilai evaluasi RPJMD memegang peran penting dalam siklus pembangunan daerah. Menurut dia, proses tersebut tidak hanya berfungsi sebagai kegiatan administratif.

Sebaliknya, evaluasi memberi ruang bagi pemerintah untuk melihat hasil pembangunan secara menyeluruh. Selain itu, evaluasi juga membantu pemerintah mengenali berbagai tantangan.

Di sisi lain, pemerintah dapat mengidentifikasi persoalan yang masih menghambat pelaksanaan program pembangunan.

Afridin menegaskan bahwa evaluasi perlu menghasilkan rekomendasi yang kuat. Karena itu, seluruh pemangku kepentingan perlu memberikan masukan yang relevan.

“Melalui seminar awal ini, saya berharap seluruh pemangku kepentingan dapat memberikan masukan, pemikiran, rekomendasi yang konstruktif sehingga hasil evaluasi yang dihasilkan benar-benar objektif, komprehensif, dan mampu menjadi dasar yang kuat dalam penyempurnaan kebijakan pembangunan daerah ke depan.” ungkapnya.

  Juru Bicara Brigade Al-Qassam Abu Ubaidah Dikabarkan Syahid di Medan Tempur

Menurut Afridin, pemerintah perlu memanfaatkan hasil evaluasi sebagai alat untuk membaca capaian pembangunan secara utuh.

Karena itu, Seminar Awal Evaluasi Pelaksanaan RPJMD tidak sekadar menjadi forum diskusi biasa. Kegiatan tersebut juga berfungsi sebagai ruang pertukaran gagasan.

Seminar Awal Evaluasi Pelaksanaan RPJMD, Libatkan Akademisi dan Berbagai Pemangku Kepentingan

Afridin juga menyoroti pentingnya evaluasi yang menyeluruh. Menurut dia, pemerintah perlu menilai keberhasilan sekaligus memperhatikan target yang masih membutuhkan penguatan.

Lebih jauh, proses evaluasi harus menghasilkan gambaran yang jelas mengenai kondisi pembangunan daerah.

Selain itu, pemerintah juga perlu menjadikan hasil evaluasi sebagai bahan introspeksi terhadap target yang belum optimal.

Afridin mengajak seluruh pihak untuk memperkuat kolaborasi dalam pembangunan daerah.

Olehnya itu, Afridin mengajak untuk seluruh perangkat daerah, akademisi, dunia usaha dan seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam menentukan pembangunan di Kabupaten Morowali yang maju, sejahtera dan berkelanjutan.

Sementara itu, tim Universitas Tadulako Palu melanjutkan kegiatan dengan pemaparan materi. Tim tersebut menyampaikan berbagai aspek yang berkaitan dengan proses evaluasi pembangunan daerah.

Setelah itu, peserta seminar mengikuti sesi diskusi bersama pemateri. Forum tersebut menghadirkan interaksi langsung antara tim akademisi dan perangkat daerah.

Diskusi itu sekaligus membuka ruang pertukaran pandangan mengenai berbagai tantangan pembangunan di Morowali.

Melalui Seminar Awal Evaluasi Pelaksanaan RPJMD, pemerintah daerah berharap proses evaluasi berjalan lebih objektif. Selain itu, pemerintah juga menginginkan hasil yang lebih komprehensif.

Pada akhirnya, Seminar Awal Evaluasi Pelaksanaan RPJMD diharapkan mampu menjadi pijakan untuk memperkuat kebijakan pembangunan daerah dalam beberapa tahun mendatang. (G).