Senin, 8 Juni 2026

Bocah 12 Tahun Tewas Tenggelam di Bendungan Emea Morowali

bocah 12 tahun tewas tenggelam di bendungan emea morowali
Bocah 12 tahun tewas tenggelam di bendungan Emea, Minggu (8/3/2026). Foto: AD

Morowali, Teraskabar.id – Sebuah tragedi menimpa warga Desa Emea ketika bocah 12 tahun tewas tenggelam di Bendungan Irigasi Sungai Rantu Limbu, Kecamatan Witaponda, Kabupaten Morowali. Kejadian terjadi pada Ahad (8/3/2026, sekitar pukul 15.50 WITA.

Sekitar pukul 15.30 WITA, Safwan berangkat bersama teman-temannya, Muh. Azan dan Riski, menuju bendungan yang jaraknya enam kilometer dari rumah mereka. Mereka berniat mandi di sungai. Setibanya di lokasi, ketiganya langsung turun ke bawah bendungan. Mereka tampak gembira dan bermain air dengan riang.

Teriakan Minta Tolong dan Upaya Penyelamatan

Pukul 15.50 WITA, Safwan dan Riski berteriak meminta pertolongan. Muh. Azan segera menolong, berhasil menyelamatkan Riski, tetapi bocah 12 tahun tewas terseret arus di bawah bendungan. Warga sekitar langsung bergerak membantu korban.

Pukul 16.25 WITA, personil Babinsa Kecamatan Witaponda dan Bhabinkamtibmas tiba di lokasi. Mereka langsung bergabung dengan masyarakat untuk mencari korban. Mereka menggunakan peralatan seadanya dan menyelam untuk menemukan Safwan. Semua orang bergerak cepat demi keselamatan korban.

Evakuasi dan Penemuan Korban Bocah 12 Tahun Tewas Tenggelam

Setelah lebih dari satu jam pencarian, pukul 17.55 WITA, warga menemukan Safwan di dasar bendungan dengan kedalaman sekitar lima meter. Mereka mengikat tangan korban dengan tali dan menariknya ke permukaan. Sayangnya, bocah 12 tahun tewas meski sudah mendapatkan pertolongan dari aparat dan masyarakat. Korban langsung dibawa ke rumah duka di Desa Emea.

Petugas TNI dalam hal ini Babinsa Desa Emea, Maryanto Dadi, menduga Safwan tenggelam karena tidak mahir berenang. Arus bendungan yang deras membuatnya sulit bertahan. Warga menekankan pentingnya pengawasan anak-anak saat bermain di sungai.

Keselamatan di perairan tetap menjadi prioritas agar tidak ada korban serupa. Setiap orang diminta waspada, terutama di area bendungan yang memiliki arus kuat.

  Begini Kronologis Ibu Membakar Bayinya di Morowali

Bocah 12 Tahun Tewas Tenggelam Menjadi Pelajaran bagi Masyarakat

Kejadian ini menegaskan bahwa pengawasan dan kesadaran masyarakat sangat penting. Pihak berwenang menghimbau warga agar selalu ikut menjaga keselamatan anak-anak di sungai dan bendungan. Warga berharap tragedi ini menjadi pelajaran bagi semua pihak. (G).