Jumat, 14 Agustus 2026
Ekbis, Home  

Dua Komisaris Independen PT Vale Tinjau IGP Pomalaa, Tekankan Sustainable dan ESG Tetap Terjaga

Dua Komisaris Independen PT Vale Tinjau IGP Pomalaa, Tekankan Sustainable dan ESG Tetap Terjaga
Komisaris Independen PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale), Rudiantara dan Marita Alisjahbana, meninjau area operasional PT Vale IGP Pomalaa untuk melihat langsung berbagai aktivitas perseroan dan progress pembangunan HPAL. Foto: Kolase

Kolaka, Teraskabar.id– Dua Komisaris Independen PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale), Rudiantara dan Marita Alisjahbana, meninjau area operasional PT Vale IGP Pomalaa untuk melihat langsung berbagai aktivitas perseroan dan progress pembangunan HPAL.

Keduanya memulai peninjauan dengan melihat langsung persemaian bibit pohon di nursery. Di fasilitas nursery yang dibangun di lahan seluas 5 hektare dengan kapasitas 1 juta bibit tanam per tahun, keduanya melihat wujud komitmen PT Vale untuk tetap melaksanakan praktik pertambangan yang baik. Hal itu terlihat dari inisiatif PT Vale menyiapkan puluhan ribu hingga ratusan ribu bibit pohon untuk reklamasi lahan pascatambang di area IGP Pomalaa. Bibit-bibit pohon terebut juga dipersiapkan untuk kebutuhan reklamasi lainnya di Kabupaten Kolaka, baik oleh masyarakat, instansi pemerintah, swasta. Dan lainnya untuk mendorong penghijauan di wilayah Sulawesi Tenggara.

Dalam area nursery, Rudiantara dan Marita Alisjahbana juga menyaksikan pengembangan ratusan jenis bibit tanaman pionir dan tanaman endemik wilayah Sulawesi Tenggara, yang akan menunjang kelestarian keanekaragaman hayati, pengembangan ekonomi lokal dan penilitian pengembangan tanaman.  

Adapun bibit yang akan dikembangkan merupakan pohon lokal, termasuk pohon endemik, yakni: Kolaka (Syzygium), Kalapi (Kalappia celebica Kosterm), kuku (Pericopsis mooniana) dan Angrek sorume (Dendrobium utile).

Pada area Nursery ini juga tersedia fasilitas produksi secara vegetative, stek dan generatif benih dengan sistem irigasi modern secara otomatis menggunakan pengatur waktu.

Dua Komisaris Independen PT Vale Pantau Progres Pembangunan Fasilitas HPAL

Selanjutnya, Rudiantara dan Marita Alisjahbana meninjau area mining tour, serta pemantauan pembangunan fasilitas HPAL yang merupakan proyek patungan  mitra PT Vale membentuk PT Kolaka Nickel Indonesia (KNI), perusahaan yang mengelola Kawasan IPIP.

Usai meninjau kawasan operasional pertambangan, Rudiantara dan Marita Alisjahbana melihat dari dekat hasil revitalisasi Pasar Raya Mekongga yang diinisiasi oleh PT Vale, sekaligius meninjau pembangunan RS Tipe D di Pomalaa.

  Longki: PETI Marak di Parimo Karena Dibekingi Oknum Aparat

Rudiantara menegaskan, pertumbuhan industri harus berjalan beriringan dengan komitmen perusahaan pada keberlanjutan.

“Kalau kami melihat suatu bisnis itu bisa berjalan dan belangsung sustainable, kalau ekosistemnya juga berjalan bersamaan,” kata Rudiantara.

PT Vale di IGP Pomalaa telah membuktikan bahwa pertumbuhan industri beriringan dengan komitmen perusahaan pada keberlanjutan melalui revitalisasi Pasar Raya Mekongga dan pembangunan RS Tipe D di Pomalaa. Bertumbuh berarti menghadirkan manfaat bagi lingkungan, masyarakat dan masa depan.

Sementara itu, Marita Alisjahbana memberi apresiasi atas kolaborasi PT Vale dengan Huayou dalam proyek HPAL di Pomalaa.  Kerja sama tersebut mengacu pada kerangka perjanjian yang telah disepakati antara PT Vale dan Huayou pada 27 April 2022, terkait pengembangan fasilitas pengolahan High-Pressure Acid Leaching (HPAL) di Blok Pomalaa.

Total kapasitas produksi hingga mencapai 120.000 metrik ton kandungan nikel per tahun dalam bentuk mixed hydroxide precipitate (MHP).

“Partner Vale dengan Huayou, patner yang cukup bagus. PT Vale sudah lama di sini dan sustainabilitinya udah bagus, dan Huayou juga dengan teknologi ini yang luar biasa. Saya rasa ini harusnya baguslah untuk pengembangan nikel dan smelter di sini,” kata Marita Alisjahbana.

Ia berharap kerja sama tersebut senantiasa mengedepankan aspek keberlanjutan dan memberikan dampak minimal terhadap lingkungan, serta bermanfaat bagi sosial ekonomi lokal dan nasional di masa depan.

“Saya rasa risikonya mudah-mudahan cukup tertangani. Dan yang penting tentunya sustainable dan ESG nya terjaga,” imbuhnya.

PT Vale IGP Pomalaa berkomitmen hadir untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif, meningkatkan daya saing nasional, serta menghadirkan kemajuan yang tumbuh bersama masyarakat dan tetap menjaga kelestarian lingkungan. (red)