Sabtu, 29 Agustus 2026
Daerah  

Hadirnya KPN Harus Mampu Tingkatkan Ekonomi Masyarakat dan Kelestarian Ekologi

Hadirnya KPN Harus Mampu Tingkatkan Ekonomi Masyarakat dan Kelestarian Ekologi
Wapres K.H. Ma'ruf Amin ketika meresmikan KPN di Desa Talaga, Kecamatan Dampelas, Kabupaten Donggala, Sulteng, Rabu (4/10/2023). Foto: Humas Pemprov

Donggala, Teraskabar.id – Komitmen pemerintah untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional yang termaktub dalam Agenda Pembangunan Nasional 2022-2024, diikuti dengan kebutuhan peningkatan ketersediaan, akses, serta kualitas konsumsi pangan. Untuk mendukung program ini, pemerintah pun mendorong proyek lumbung pangan nasional di sejumlah daerah, salah satunya Kawasan Pangan Nusantara (KPN) di Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng).

“Hadirnya Kawasan Pangan Nusantara harus mampu meningkatkan ekonomi masyarakat, melalui penguatan sentra produksi pangan serta kapasitas dan kapabilitas sektor pangan, mendekatkan akses modal, meningkatkan daya saing produk lokal dan kelembagaan. Tanpa meninggalkan semangat untuk menjaga kelestarian ekologi,” ujar Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin ketika meresmikan KPN di Desa Talaga, Kecamatan Dampelas, Kabupaten Donggala, Sulteng, Rabu (4/10/2023).

Baca juga: Menjaga Kelestarian Bahasa Daerah di Sulteng, Butuh Kepastian Regulasi

Pada kawasan yang memiliki luas 1.123 hektare ini, Wapres melihat banyak potensi yang dapat dihasilkan. Bahkan, dengan kualitas tanaman yang bagus, tidak menutup kemungkinan produk tersebut nantinya dapat menjamah ranah ekspor ke mancanegara.

“Setelah ini, kita akan melakukan penanaman pohon durian, selain untuk kebutuhan dalam negeri, durian juga memiliki potensi untuk diekspor,” tutur Wapres optimis.

Menutup sambutannya, Wapres memberikan apresiasi kepada seluruh pihak terkait dari tingkat pusat hingga daerah atas sinergi yang dilakukan dalam mewujudkan KPN di Provinsi Sulawesi Tengah ini.

“Saya mengapresiasi semua pihak yang telah berkolaborasi mendukung terwujudnya Kawasan Pangan Nusantara,” ungkap Wapres.

Baca jugaSulteng Terapkan Zonasi Penangkapan Ikan Terukur

“Semoga hal ini menjadi bagian dari langkah Indonesia menjadi negara yang subur dan makmur, gemah ripah loh jinawi, Baldatun Thoyyibatun wa Robbun Ghofur’s (sebuah negeri yang mengumpulkan kebaikan alam dan kebaikan perilaku penduduknya),” pungkasnya.

  SIKP Ikut Berpartisipasi di Pasar Ramadan Bahodopi Morowali

Sebelumnya, Gubernur Sulteng Rusdy Mastura melaporkan bahwa keberadaan KPN ini diproyeksikan dapat memberikan nilai tambah tidak hanya bagi Provinsi Sulteng, namun juga bagi Indonesia. Ia pun mengajak seluruh elemen pemerintah dan masyarakat untuk berpartisipasi dalam memaksimalkan hasil baik yang dapat timbul dari kawasan ini.

“Harapan kami semoga keberadaan Kawasan Pangan Nusantara ini mendapatkan dukungan dan partisipasi dari semua pihak agar didayagunakam secara maksimal untuk kemaslahatan masyarakat,” harap Rusdy.