Minggu, 16 Agustus 2026

Kades Harapan Jaya Morowali Sampaikan Aspirasi dalam Reses Abdul Muin

Momen Reses Abdul Muin di Desa Harapan Jaya. Foto: Dok-Pemdes Harja.
Momen Reses Abdul Muin di Desa Harapan Jaya. Foto: Dok-Pemdes Harja.

Morowali, Teraskabar.id – Desa Harapan Jaya, Kecamatan Bumi Raya, memasukkan kebutuhan dasar sebagai prioritas pembangunan melalui Kades Harapan Jaya Morowali, Muryanto dalam reses Anggota DPRD Abdul Muin.

Pemerintah desa meminta dukungan anggaran untuk sejumlah kebutuhan pada 2027. Usulan itu mencakup drainase, jalan tani, lapangan sepak bola, penerangan jalan, sekolah TK, dan pasar.

Ketua BPD Harapan Jaya juga mengusulkan pembangunan Pondok Bersalin Desa atau Polindes.

Abdul Muin merespons seluruh aspirasi tersebut dalam pertemuan bersama pemerintah desa dan masyarakat.

Ia menyampaikan rencana pembahasan aspirasi bersama pemerintah daerah pada Oktober mendatang.

Kepala Desa Harapan Jaya Morowali: Infrastruktur Menjadi Kebutuhan Utama

Kepala Desa Harapan Jaya, Muryanto, mengatakan desa membutuhkan dukungan anggaran untuk memperkuat infrastruktur.

“Aspirasi yang saya sampaikan untuk penganggaran tahun 2027, yakni drainase, peningkatan jalan tani, penimbunan lapangan bola, lampu jalan, penambahan gedung sekolah TK, dan penambahan bangunan pasar,” ujar Muryanto, Sabtu (15/8/2026).

Rangkaian usulan itu menunjukkan kebutuhan masyarakat yang langsung bersentuhan dengan kehidupan sehari-hari.

Drainase berkaitan dengan pengelolaan air dan kondisi lingkungan permukiman. Sementara itu, peningkatan jalan tani menyentuh akses masyarakat menuju kawasan produksi pertanian.

Kemudian, lampu jalan menyangkut mobilitas sekaligus rasa aman warga setelah malam tiba. Lapangan sepak bola juga masuk perhatian pemerintah desa melalui kebutuhan penimbunan.

Fasilitas tersebut tidak sekadar menjadi ruang olahraga bagi masyarakat. Lebih jauh, keberadaannya dapat menyediakan ruang interaksi sosial bagi warga desa.

Sekolah dan Pasar Masuk Prioritas

Pemerintah Desa Harapan Jaya juga mengusulkan penambahan gedung sekolah TK. Kebutuhan itu memperlihatkan perhatian desa terhadap akses pendidikan sejak usia dini.

Di sisi lain, pemerintah desa mengusulkan penambahan bangunan pasar. Pasar memiliki fungsi penting dalam menggerakkan ekonomi masyarakat setempat.

  Hadiri Gotong Royong Jembatan Polo Morowali, Asfar: Panggilan Jiwa

Pedagang membutuhkan ruang usaha yang memadai untuk menjalankan aktivitas perdagangan.

Masyarakat juga membutuhkan fasilitas pasar yang mampu mendukung transaksi secara lebih nyaman.

Karena itu, pembangunan pasar memiliki dimensi ekonomi yang lebih luas daripada sekadar penambahan bangunan.

Dalam konteks pembangunan desa, fasilitas ekonomi dapat membantu memperkuat perputaran aktivitas masyarakat.

BPD Dorong Pembangunan Polindes

Selain pemerintah desa, masyarakat melalui BPD turut menyampaikan kebutuhan pelayanan dasar.

Ketua BPD Harapan Jaya, Karwoko mengusulkan pembangunan Polindes. Usulan tersebut menempatkan pelayanan kesehatan sebagai bagian dari agenda pembangunan desa.

Kehadiran fasilitas kesehatan tingkat desa dapat memperpendek akses masyarakat terhadap layanan dasar.

Namun, pembangunan fasilitas juga membutuhkan dukungan tenaga kesehatan dan tata kelola yang berkelanjutan.

Karena itu, pemerintah daerah perlu melihat usulan tersebut secara menyeluruh. Dukungan anggaran harus mempertimbangkan pembangunan fisik sekaligus keberlanjutan pelayanan.

Kades Harapan Jaya Morowali Apresiasi Reses Abdul Muin

Abdul Muin menerima berbagai usulan dalam kegiatan reses tersebut. Selanjutnya, ia menyampaikan bahwa aspirasi itu akan dibahas bersama pemerintah daerah pada Oktober.

Bagi Kades Harapan Jaya Morowali, tahapan tersebut menjadi ruang penting untuk memperjuangkan kebutuhan desa.

Reses sendiri memberi anggota DPRD kesempatan mendengar persoalan masyarakat secara langsung.

Forum semacam itu juga membantu mempertemukan kebutuhan warga dengan proses politik anggaran daerah.

Namun, penyampaian aspirasi belum menjamin setiap usulan masuk dalam anggaran. Setiap program tetap membutuhkan pembahasan berdasarkan prioritas dan kemampuan keuangan daerah.

Abdul Muin Tinjau Lokasi Pasar

Abdul Muin tidak hanya mendengar aspirasi dalam ruang pertemuan. Ia juga mengunjungi lokasi pembangunan pasar di Desa Harapan Jaya.

Kunjungan tersebut memberi kesempatan bagi anggota DPRD melihat kondisi pembangunan secara langsung.

  Sikap Optimis Elvirzana Bonewa: Kaum Muda Adalah Nyala Api untuk Morowali Lebih Tangguh dan Juara

Langkah itu penting untuk memahami kebutuhan lapangan sebelum pembahasan anggaran berlangsung.

Dengan demikian, Kades Harapan Jaya Morowali tidak hanya menyampaikan daftar kebutuhan. Pemerintah desa juga membawa persoalan konkret yang membutuhkan perhatian dalam perencanaan 2027.

Masyarakat membutuhkan hasil yang dapat mereka rasakan, bukan sekadar catatan dalam agenda reses. (G).