Selasa, 23 Juni 2026
Ekbis, Home  

Kali Pertama Media Lokal Diberi Akses Melihat Langsung Aktivitas di Kawasan Industri IMIP

Kali Pertama Media Lokal Diberi Akses Melihat Langsung Aktivitas di Kawasan Industri IMIP
Kali pertama media lokal diberi akses dengan mengundang belasan jurnalis pada Media Tour PT IMIP , bertempat di Tsingshan Wisma IMIP, Kamis sore (7/3/2024). Foto: Humas PT IMIP

Meluruskan Persepsi Keliru Tentang Kawasan Industri IMIP

Kali Pertama Media Lokal Diberi Akses Melihat Langsung Aktivitas di Kawasan Industri IMIP
Kali pertama media lokal diberi Akses mengunjungi industri pengolahan nikel yang mempoduksi stainless steel slab atau baja nirkarat di PT Indonesia Guang Ching Nickel (GCNS) di Site IMIP Desa Fatufia, Kecamatan Bahodopi, Morowali, Jumat (8/3/2024). Foto: Teraskabar.id

Penjelasan Direktur Operasional PT IMIP, Irsan Widjaya pada seremoni penyambutan yang dikemas dalam Media Tour Informasi Terintegrasi, Kamis malam (7/3/2024), di ruangan aula Tsingshan Wisma IMIP menjawab pertanyaan yang selama dalam perjalanan menuju lokasi menginap rombongan, belum sempat terjawab.

Irsan pada kegiatan yang dihadiri sejumlah petinggi PT IMIP di antaranya, Direktur Komunikasi PT IMIP, Emilia Bassar dan Direktur CSR dan Environmental, Dermawati, menjelaskan, publik banyak salah persepsi mengenai IMIP.

Menurut Irsan, publik menganggap bahwa IMIP merupakan kawasan pertambangan. Padahal, IMIP adalah kawasan industri. “Banyak sekali itu salah persepsi,” ujarnya mengawali sambutannya pada perkenalan dengan rombongan wartawan.

Baca jugaJelang IIMS 2024, Suzuki Sapa Warga Jakarta Lebih Awal dengan Caravan Tour

Kawasan industri IMIP lanjutnya, berdiri di atas lahan seluas 2.000 hektare dan akan ditambah menjadi 4.000 hektare dalam waktu dekat ini.

Di Kawasan industri IMIP ini terdapat 54 tenant dengan total 80 ribu karyawan. Dan dalam waktu dekat ini, jumlah tenant di Kawasan industry IMIP akan bertambah menjadi 55 tenant. “Semuanya ini berbasis metalurgi nickel,” ujarnya.

Di Kawasan industry ini terdapat tiga kluster yaitu kluster nickel iron, kemudian masuk ke stenlees steel, lantas ada juga kluster bahan baku baterey (electric vischecel).

“Ini yang menjadi konsern industry kita saat ini,” katanya.

Sebagai kawasan industry tambahnya, tentu IMIP menfaatkan area pantai untuk membangun pelabuhan dan lahan untuk pembangunan bandara. Hal ini agar mudah dijangkau dan membuat letaknya lebih strategis.

Mengunjungi Pabrik Pengolahan Nikel di Kawasan Industri IMIP

Kali Pertama Media Lokal Diberi Akses Melihat Langsung Aktivitas di Kawasan Industri IMIP
Kali Pertama Media Lokal Diberi Akses melihat ruang control PT ITSS di Site IMIP Desa Fatufia dan Desa Labota, Kecamatan Bahodopi, Morowali. Foto: Teraskabar.id

Di hari kedua Media Tour, Jumat (12/3/2024), rombongan jurnalis diajak mengunjungi sejumlah tenant yang berada di Site IMIP Desa Fatufia dan Desa Labota, Kecamatan Bahodopi, Morowali.

  Jaksa ICC Desak Negara Statuta Roma Seriusi Penerbitan Penangkapan PM Israel

Tenant pertama yang dikunjungi adalah PT Indonesia Tsingshan Stainless Seteel (PT ITSS). Dari ruang control PT ITSS, beberapa karyawan yang tugaskan menyambut kunjungan Media Tour IMIP menjelaskan bagaimana rangkaian proses pengolahan Ore menjadi bijih nikel, lalu diproses menjadi ferro nickel atau baja anti karat.

Baca jugaKorban Tewas Bertambah Satu Orang, Tim PT IMIP Identifikasi Penyebab Kecelakaan Kerja di Pabrik PT ITSS

Kunjungan selanjutnya adalah industri pengolahan nikel yang mempoduksi stainless steel slab atau baja nirkarat di PT Indonesia Guang Ching Nickel (GCNS). Pabrik ini pertama kali melakukan uji coba produksi pertama baja nirkarat pada 20216.

Kemudian ke PT Indonesia Ruipu Nickel And Chrome Alloy (IRNC) yang memproduksi High Carbon Ferrochrome, lalu ke pabrik pengolahan bahan baku baterai lithium PT Huayue Nickel Cobalt dan PT QMB New Energy Materials. Kedua industri ini telah melakukan ekspor perdana bahan baku baterei nikel cobalt hidroksida ke China pada 2021.

Kunjungan Kedua Media

Pada bulan Juli 2025, media lokal di Sulawesi Tengah kembali diberi kesempatan mengunjungi kawasan industri PT IMIP. Selama lima hari, Ahad (6/7/2025) hingga Rabu (9/7/2025), awak media lokal sebanyak 17 orang berkunjung di kawasan industri terbesar di Asia Tenggara ini.

Awak media yang berkunjung kali ini, sama jumlahnya seperti kunjungan kali pertama pada 2024. Mereka diberi kesempatan melihat langsung aktivitas di sejumlah tenant di kawasan IMIP di Bahodopi, Kabupaten Morowali. (teraskabar)